INSIBERNEWS - Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya selama sekitar tiga jam di Polresta Surakarta pada Rabu, 23 Juli 2025. Pemeriksaan ini terkait laporan atas dugaan pemalsuan ijazah yang beberapa waktu terakhir menjadi polemik di ruang publik.
Dalam keterangannya usai pemeriksaan, Jokowi menyebut dirinya mendapat total 45 pertanyaan dari penyidik. Sebagian besar merupakan pertanyaan lama yang sempat ditanyakan sebelumnya.
Baca Juga: PLN Tebar Diskon Besar-Besaran, Isi Daya Mobil Listrik di Rumah Kini Makin Murah
“Pertanyaannya 45, tapi 35 di antaranya sudah pernah ditanyakan sebelumnya. Tadi di-review lagi, sisanya ada 10 pertanyaan baru, dan semuanya sudah saya jawab dengan jujur, sesuai apa yang saya tahu,” kata Jokowi di hadapan awak media di halaman Polresta Surakarta.
Salah satu fokus dari pemeriksaan tersebut adalah soal unggahan foto ijazah S1 milik Jokowi yang sempat beredar luas di media sosial. Unggahan tersebut pertama kali di-posting oleh kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi, yang kemudian ramai diperbincangkan publik.
Baca Juga: Trump Minta Obama Ditangkap, Tuduh Jadi Dalang Kecurangan Pemilu 2016
Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan atau meminta siapa pun untuk mengunggah dokumen ijazah pribadinya ke media sosial.
“Saya ketemu Dian Sandi waktu dia datang ke rumah. Dia minta maaf karena sudah mengunggah foto ijazah saya. Saya tidak pernah menyuruh unggah, tidak ada perintah apa pun dari saya,” jelasnya.
Selain itu, penyidik juga menggali informasi soal sosok Kasmudjo, yang sebelumnya disebut-sebut sebagai dosen pembimbing skripsi Jokowi. Menanggapi hal itu, Jokowi menjelaskan bahwa Kasmudjo memang dosennya, namun bukan pembimbing skripsi.
Baca Juga: Jokowi Diperiksa Lagi Soal Dugaan Ijazah Palsu, Bawa Langsung Bukti Asli ke Mapolresta Surakarta
“Pak Kasmudjo memang dosen saya, tapi pembimbing skripsi saya adalah Prof. Dr. Ahmad Sumitro,” tegasnya.
Jokowi mengaku siap menjalani proses hukum yang berjalan, termasuk jika harus kembali dimintai keterangan oleh penyidik. Ia menegaskan bahwa sebagai warga negara yang taat hukum, dirinya menghormati jalannya proses penyelidikan.
“Kalau nanti masih diperlukan untuk pemeriksaan lanjutan, saya siap,” tutup Jokowi.
Artikel Terkait
4 Negara yang Memastikan Lolos ke Semifinal Piala AFF U23 2025, Ada Timnas Indonesia hingga Vietnam
Ozzy Osbourne Wafat di Usia 76 Tahun, Dunia Musik Heavy Metal Berduka
Zombie Menyebar ke Seoul! ‘All of Us Are Dead 2’ Mulai Syuting, Ini Dia Deretan Pemain Baru
Sammy dan Lesti Kejora Curhat di MK, Soal Ribetnya Izin Nyanyi Lagu Sendiri
DBD Masih Mengancam Jawa Tengah, 6.226 Kasus Tercatat hingga Akhir Juni 2025
Kebakaran Hutan Karhutla Makin Meluas, Riau Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat
Gubernur Pramono Klaim Jakarta Lebih Baik dari New York Soal Macet: Dulu Langganan 10 Besar, Sekarang Nomor 90
Jokowi Diperiksa Lagi Soal Dugaan Ijazah Palsu, Bawa Langsung Bukti Asli ke Mapolresta Surakarta
Trump Minta Obama Ditangkap, Tuduh Jadi Dalang Kecurangan Pemilu 2016
PLN Tebar Diskon Besar-Besaran, Isi Daya Mobil Listrik di Rumah Kini Makin Murah