INSIBERNEWS – Banyak orang tua masih merasa berat dan bahkan menyangkal ketika anaknya didiagnosis autisme.
Padahal, menurut Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, menerima kenyataan ini justru langkah awal yang sangat penting.
Ia menekankan bahwa anak dengan autisme adalah anak yang sama seperti anak lain dan layak untuk dicintai dan dihargai tanpa harus disembunyikan.
Baca Juga: Pepaya untuk MPASI: Manis, Lembut, dan Penuh Nutrisi yang Siap Jaga Kesehatan Bayi
Sering kali, penyangkalan ini bikin orang tua memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah reguler tanpa dukungan khusus, padahal ada sekolah inklusi dan sekolah khusus yang sudah dirancang untuk membantu perkembangan anak autis secara optimal.
Veronica menilai, ini justru kurang menguntungkan bagi anak karena mereka butuh pendekatan yang sesuai agar potensi mereka bisa berkembang.
Deteksi dini juga jadi kunci penting supaya anak mendapatkan edukasi dan dukungan yang tepat sejak awal.
Namun, kalau orang tua masih menutup diri atau merasa malu, proses ini jadi terhambat.
Veronica pun mengingatkan, membuka hati dan pikiran untuk menerima kondisi anak adalah kunci membangun kepercayaan diri orang tua dan menciptakan lingkungan yang penuh kasih.
Baca Juga: Stunting Turun, Anak Indonesia Lebih Sehat: Apa Kuncinya?
Tidak hanya dari sisi orang tua, masyarakat juga perlu mengubah pandangan tentang autisme.
Anak dengan autisme bukanlah beban, tapi bagian dari keberagaman yang harus dihargai dan dipahami.
Mereka “worth to be loved” dan tidak boleh diperlakukan berbeda secara negatif. Jadi, mari kita buka ruang untuk menerima dan mendukung mereka dengan sepenuh hati.
Baca Juga: Mengapa Anak Sering Rebutan Mainan? Ini Jawaban Psikolog Anak