Solusi: Pastikan jumlah zakat yang dikeluarkan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh ulama dan lembaga zakat.
5. Menganggap Zakat Fitrah Sebagai Sedekah Biasa
Banyak orang berpikir bahwa zakat fitrah sama dengan sedekah biasa, sehingga mereka tidak memperhatikan niat dan ketentuan pembagiannya.
Padahal, zakat fitrah adalah kewajiban yang harus ditunaikan dengan niat khusus.
Baca Juga: Daya Tampung Teknik Perminyakan UPN Veteran Yogyakarta di SNBT 2025, Lengkap dengan Peminat 2024
Solusi: Pastikan niat zakat fitrah dilakukan sebelum membayar dan tidak mencampurkannya dengan sedekah biasa.
6. Memberikan Zakat Fitrah kepada Orang yang Tidak Berhak
Beberapa orang memberikan zakat fitrah kepada keluarga yang sebenarnya masih mampu, seperti keponakan yang masih memiliki orang tua yang mampu atau orang yang tidak termasuk dalam mustahik.
Solusi: Periksa kembali daftar penerima zakat dan pastikan mereka termasuk dalam golongan yang berhak menerima zakat fitrah.
7. Tidak Mengutamakan Orang Terdekat yang Membutuhkan
Zakat fitrah lebih utama diberikan kepada fakir miskin yang ada di sekitar tempat tinggal kita.
Namun, sebagian orang lebih memilih mengirimkan zakat ke daerah lain tanpa memperhatikan orang-orang yang lebih membutuhkan di sekitar mereka.
Baca Juga: Buruan Dicek, Ini Daya Tampung dan Peminat Prodi Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret di SNBT 2025
Solusi: Prioritaskan memberikan zakat fitrah kepada orang yang membutuhkan di sekitar lingkungan tempat tinggal sebelum memberikannya ke tempat lain.
Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu kita semua dalam menunaikan zakat fitrah dengan lebih baik.
Mari jadikan zakat fitrah sebagai sarana berbagi kebahagiaan dan keberkahan, sehingga setiap Muslim dapat merasakan kegembiraan di Hari Raya Idul Fitri. Aamiin.(**)