Bang Si Hyuk Kena Teguran Serius, FTC Ungkap Kejanggalan dalam Dokumen Laporan HYBE

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 28 Agustus 2025 | 15:27 WIB
Bang Si Hyuk kena peringatan FTC Korea usai laporan HYBE dinilai tak lengkap. (@hitmanb72)
Bang Si Hyuk kena peringatan FTC Korea usai laporan HYBE dinilai tak lengkap. (@hitmanb72)



INSIBERNEWSBang Si Hyuk, sosok visioner di balik kesuksesan global HYBE Corporation dan dikenal luas sebagai “Father of BTS”, kini tengah menjadi sorotan publik Korea Selatan.

Pendiri sekaligus chairman HYBE itu mendapat peringatan resmi dari Komisi Perdagangan Adil Korea Selatan (FTC) akibat dugaan pelanggaran administratif dalam pelaporan dokumen perusahaan.

Peringatan tersebut dilayangkan setelah FTC menemukan bahwa Bang tidak mencantumkan sejumlah anak perusahaan dalam laporan resmi yang diajukan untuk menentukan status HYBE sebagai kelompok usaha besar.

Baca Juga: Dianggap Ganggu Diskusi, Ahmad Dhani Hampir Diusir dari Rapat RUU Hak Cipta Bersama DPR

Menurut sumber pemerintah, peringatan itu telah diberikan sejak Mei lalu, namun baru terungkap ke publik setelah laporan audit internal disampaikan.

Dalam dokumen penetapan April 2023, HYBE dikategorikan sebagai konglomerat dengan aset di atas 5 triliun won atau sekitar USD 3,7 miliar.

Namun, FTC mendapati ada dua perusahaan yang tidak dicantumkan dalam laporan, yaitu Shinwoo Architecture Office, milik dua sepupu Bang yang bergerak di bidang arsitektur dan lanskap, serta Tobinuri, perusahaan jasa budidaya tanaman.

Baca Juga: Kepala BPS Tekankan Pentingnya Literasi Data di Era Media Sosial

Kendati demikian, FTC menilai pelanggaran ini tidak termasuk kategori serius. Alasannya, kedua perusahaan tersebut tidak memiliki hubungan transaksi dengan HYBE maupun peran dalam bisnis utama, seperti musik, hiburan, atau platform digital.

Atas dasar itu, status HYBE sebagai kelompok usaha besar tetap dipertahankan pada tahun 2023.

Meski dianggap tidak fatal, peringatan resmi ini menambah daftar panjang sorotan terhadap Bang Si Hyuk. Sebelumnya, ia juga tengah diperiksa dalam dugaan praktik tidak wajar terkait transaksi saham HYBE saat proses pencatatan perdana di bursa.

Baca Juga: Pajak Kripto dan Fintech Dorong Penerimaan Digital Indonesia Capai Rp40 Triliun

Kasus ini semakin memperkuat anggapan publik bahwa tata kelola perusahaan hiburan raksasa itu perlu diawasi lebih ketat.

Sebagai figur penting di industri musik global, Bang Si Hyuk dikenal bukan hanya sebagai pebisnis, tetapi juga produser musik yang melahirkan banyak karya hits.

Di balik reputasi gemilangnya, masalah hukum dan regulasi yang menimpa HYBE bisa berimplikasi pada kepercayaan investor maupun mitra bisnis internasional.

Baca Juga: Puan Maharani Dukung Subsidi LPG 3 Kg Terkoneksi NIK, Tekankan Pentingnya Distribusi Tepat Sasaran

HYBE sendiri, yang awalnya hanya dikenal sebagai agensi kecil bernama Big Hit Entertainment, kini menjelma menjadi salah satu perusahaan hiburan terbesar di dunia.

Dengan artis-artis papan atas seperti BTS, SEVENTEEN, dan NewJeans di bawah naungannya, HYBE berhasil memperluas bisnis hingga mencakup platform teknologi, game, serta manajemen artis global.

Namun, pencapaian itu tidak lepas dari pengawasan regulator. FTC menegaskan bahwa pengajuan laporan yang tidak lengkap tetap melanggar aturan, meskipun dampaknya tidak signifikan.

Baca Juga: Mahfud MD Soroti Korupsi dan Syarat Hukuman Mati di Indonesia

Peringatan kepada Bang Si Hyuk ini menjadi sinyal agar konglomerat besar di Korea Selatan lebih transparan dalam pengelolaan perusahaan.

Ke depan, langkah Bang Si Hyuk dalam merespons teguran ini akan menentukan bagaimana citra HYBE di mata publik dan investor global.

Apalagi, industri hiburan Korea kini tengah berada di puncak popularitas, sehingga kasus sekecil apa pun bisa memengaruhi persepsi terhadap kredibilitas perusahaan raksasa seperti HYBE.

Baca Juga: Bahaya Rebahan Setelah Makan, Kebiasaan Sepele yang Bisa Merugikan Kesehatan

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X