INSIBERNEWS - Ramainya ajakan boikot terhadap Sarwendah di media sosial mendapat tanggapan dari kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang. Menurut Minola, aksi tersebut merupakan bentuk respons atau sanksi sosial yang muncul dari masyarakat atas berbagai pernyataan dan tindakan Sarwendah yang belakangan menuai kontroversi.
Minola menilai, munculnya gerakan boikot tidak terjadi tanpa alasan. Ia menyebut masyarakat memiliki penilaian sendiri terhadap sikap maupun ucapan yang disampaikan Sarwendah, terutama saat melakukan siaran langsung di media sosial.
Menurutnya, respons publik tersebut merupakan konsekuensi dari penilaian masyarakat terhadap figur publik.
Baca Juga: Diskualifikasi Peserta Clash of Champions S3 Jadi Sorotan, Begini Penjelasan Resmi Ruangguru
Ia juga menyinggung sejumlah pernyataan Sarwendah yang dinilai memicu reaksi negatif. Salah satunya adalah komentar yang dianggap merendahkan peran Ruben Onsu sebagai ayah dari anak-anak mereka, termasuk pernyataan mengenai nominal uang Rp200 juta yang sempat menjadi perbincangan di ruang publik.
Selain itu, gaya berjualan saat siaran langsung juga disebut menuai kritik dari sebagian masyarakat yang menganggapnya kurang sesuai dengan norma yang berlaku.
Meski begitu, Minola menegaskan bahwa aksi boikot tersebut bukan merupakan bagian dari upaya atau strategi hukum yang dijalankan Ruben Onsu.
Menurutnya, langkah hukum yang ditempuh kliennya berjalan secara terpisah dan tidak memiliki keterkaitan dengan reaksi masyarakat di media sosial.
Baca Juga: Bikin Kaget! ASN Jabar Diduga Terlibat Judi Online, Transaksi hingga Rp800 Juta Setahun
Di sisi lain, Ruben Onsu diketahui telah mengajukan gugatan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 30 Juni 2026 melalui tim kuasa hukumnya.
Sidang perdana perkara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2026 dan akan menjadi salah satu tahapan penting dalam proses hukum yang sedang berjalan.
Perkembangan perkara rumah tangga Ruben Onsu dan Sarwendah belakangan memang terus menjadi sorotan publik.
Berbagai komentar serta spekulasi bermunculan di media sosial, meski sebagian besar masih berupa opini masyarakat dan belum tentu mencerminkan fakta yang telah terverifikasi.
Baca Juga: Negosiasi Harga Masih Berjalan, Ekspor Listrik RI ke Singapura Belum Diresmikan
Artikel Terkait
Arab Saudi Diskon Harga Minyak, Persaingan Pasar Asia Makin Memanas
Usut Misteri Kematian Dokter Adrian Rantung, Kemenkes Bekukan Sementara PPDS Anestesi Unsrat di RSUP Kandou
Kasus Korupsi Batu Bara PLTU Naik Penyidikan, Polisi Usut Dugaan TPPU dan Kerugian Rp5 Triliun
Diskualifikasi Peserta Clash of Champions S3 Jadi Sorotan, Begini Penjelasan Resmi Ruangguru
BI Beberkan Penyebab Rupiah Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Soroti Sinyal Hawkish The Fed