INSIBERNEWS - Sosok Dzulqarnain dalam Al-Qur’an sering menimbulkan tanda tanya. Ia digambarkan sebagai raja besar, beriman, dan menjelajah ke ujung barat dan timur bumi.
Selama berabad-abad, banyak yang mengira bahwa Dzulqarnain adalah Alexander Agung, namun pendapat itu belakangan semakin ditinggalkan.
Kini, banyak sejarawan dan ulama mengarah pada satu nama yang lebih cocok secara historis dan karakter: Cyrus Agung, pendiri Kekaisaran Persia.
Berikut adalah 7 alasan yang memperkuat pendapat ini.
Baca Juga: Visa Furoda 2025 Dihentikan Arab Saudi, BP Haji: Jangan Tertipu Biro Nakal!
-
Cyrus Memenuhi Ciri Seorang Raja Besar dan Adil
Dalam Al-Qur’an, Dzulqarnain digambarkan sebagai pemimpin yang diberi kekuasaan besar oleh Allah dan mampu menegakkan keadilan.
Cyrus Agung dikenal sebagai raja yang memperlakukan rakyatnya dengan adil, membebaskan bangsa-bangsa yang tertindas, dan membangun sistem pemerintahan yang menghargai hak-hak lokal.
Bahkan, ia dihormati oleh bangsa Yahudi dan disebut dalam Kitab Ezra dan Yesaya.
Baca Juga: Bicara Tak Sekadar Lancar: Ini Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Linguistik Tinggi
-
Menjelajah ke Timur dan Barat
Al-Qur’an menyebutkan bahwa Dzulqarnain melakukan ekspedisi ke barat dan timur.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa Cyrus benar-benar memimpin penaklukan ke wilayah barat (Lydia, Asia Kecil) dan timur (Baktria, sekitar Afghanistan modern).
Ia adalah raja pertama yang menyatukan berbagai bangsa dari dua arah mata angin dalam satu kekaisaran.
Baca Juga: Makna Filosofi dan Sejarah Malam Satu Suro Menurut Tradisi Jawa
-
Membangun Tembok untuk Kaum Tertindas
Salah satu ciri khas kisah Dzulqarnain dalam Al-Qur’an adalah membangun tembok besar untuk melindungi suatu kaum dari Ya’juj dan Ma’juj.