INSIBERNEWS – Konflik antara India dan Pakistan bukan sekadar pertikaian antar dua negara tetangga.
Ini adalah warisan sejarah kolonial, pembagian wilayah secara kontroversial, serta perbedaan identitas agama dan politik yang terus membara hingga hari ini.
Untuk memahami akar permasalahan mereka, kita perlu menengok kembali ke masa menjelang kemerdekaan India dari penjajahan Inggris.
Baca Juga: 7 Hal yang Menunjukkan Bahwa Cyrus Agung Itu Adalah Raja Dzulqarnain
Awal Mula: Pembagian India 1947
Pada tahun 1947, Kerajaan Inggris memutuskan untuk membagi India menjadi dua negara berdasarkan mayoritas agama penduduk:
- India, untuk komunitas mayoritas Hindu,
- dan Pakistan, untuk komunitas Muslim.
Keputusan ini dikenal sebagai “Partition” (Pembagian India), dan menjadi salah satu perpindahan populasi terbesar dalam sejarah — sekitar 15 juta orang harus pindah negara berdasarkan agama mereka.
Baca Juga: Meneliti Jejak Hidup Bangsa Persia Kuno di Era Modern Negara Iran
Dalam proses ini, ratusan ribu orang tewas akibat kerusuhan antar komunitas.
Namun, tidak semua wilayah diselesaikan dengan jelas, dan di sinilah konflik dimulai — terutama di wilayah Kashmir.
Kashmir Inti Permasalahan. Kashmir adalah wilayah yang secara geografis berada di utara, dan mayoritas penduduknya Muslim, tetapi diperintah oleh seorang raja Hindu bernama Maharaja Hari Singh.
Ketika diminta untuk memilih bergabung ke India atau Pakistan, ia memilih bergabung ke India, keputusan yang kemudian ditolak oleh Pakistan.
Baca Juga: Makna Filosofi dan Sejarah Malam Satu Suro Menurut Tradisi Jawa
Sejak saat itu, wilayah Kashmir menjadi sumber utama konflik militer dan politik antara India dan Pakistan.
Kedua negara mengklaim Kashmir sebagai milik mereka, dan masing-masing menguasai sebagian dari wilayah tersebut.
Artikel Terkait
Israel Tolak Proposal Gencatan Senjata 5 Tahun dari Hamas, Perang Gaza Masih Berlanjut
India dan Pakistan Sama-sama Ngaku Menang, Gencatan Senjata Didukung Trump Redam Ketegangan Nuklir
Tarif Impor AS-China Turun Sementara, Perang Dagang Mereda tapi Masih Rawan Panas Lagi
India Kerahkan Ribuan Pasukan di Chhattisgarh, Perang Melawan Pemberontak Maois Memanas
Kapal Perang Baru Korut Rusak Saat Diresmikan, Kim Jong-un Ngamuk ke Pejabat dan Ilmuwan
Ukraina Tegaskan Bantuan Militer AS Kunci dalam Perang Melawan Rusia
Gagal Gagah-Gagahan, Kapal Perang Baru Korut Nyaris Tenggelam Saat Diresmikan
Pulih Setelah Hancur: Palestina Butuh Puluhan Tahun Bangkit dari Dampak Perang
Jakarta Serius Perang Lawan Asap Rokok: Ada Denda Rp250 Ribu hingga Larangan Iklan
5 Negara Paling Aman Jika Perang Dunia Ketiga Meletus, Apakah Indonesia Termasuk?