Santri Ponpes Mahfilud Dluror Jember Rayakan Idul Fitri Lebih Awal Menggunakan Sistem Khumasi

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Minggu, 30 Maret 2025 | 11:59 WIB
Umat Islam di Jember Salat id Lebih Awal (foto: Istimewa)
Umat Islam di Jember Salat id Lebih Awal (foto: Istimewa)

Menurutnya, metode ini tidak menyalahi ajaran Islam, karena yang terpenting adalah menjalankan puasa selama 29 atau 30 hari, sebagaimana yang diajarkan dalam agama.

"Saya meyakini perhitungan Pak Kiai. Yang penting puasanya kalau tidak 29 hari, ya 30 hari. Tidak mungkin 28 hari. Tidak ada larangan dalam Islam terkait perbedaan, yang salah ya yang tidak puasa," tambahnya.

 Baca Juga: Babak Baru Suriah: Presiden Ahmed al-Sharaa Umumkan Kabinet Transisi, Pemerintahan Tanpa Perdana Menteri

Perbedaan penetapan Idul Fitri seperti ini memang sudah terjadi di beberapa pesantren di Indonesia, terutama yang memiliki metode perhitungan tersendiri.

Meskipun begitu, perbedaan ini tetap dihormati sebagai bagian dari keanekaragaman metode dalam Islam.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X