INSIBERNEWS - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell Indonesia mengalami kekosongan stok bahan bakar minyak (BBM) yang disebabkan oleh masalah dalam pengadaan dan distribusi.
Hal ini mempengaruhi ketersediaan BBM di sejumlah titik layanan Shell di Indonesia, yang menuai perhatian publik, terutama di platform media sosial.
Baca Juga: Kemenkum Koordinasikan Proses Ekstradisi Buronan Kasus e-KTP Paulus Tannos dari Singapura
Ingrid Siburian, Presiden Direktur & Managing Director Mobility Shell Indonesia, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan ini.
Dalam pernyataan resmi yang diterima pada Kamis (30/1/2025), Ingrid mengungkapkan bahwa perusahaan tengah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk segera mengatasi masalah ini dan memastikan pasokan BBM di SPBU dapat kembali normal.
Meski masalah kekosongan ini menjadi perhatian luas, Shell Indonesia berkomitmen untuk segera menyelesaikan kendala distribusi yang ada.
Ingrid menegaskan bahwa pihak perusahaan terus berupaya melakukan pengadaan produk bahan bakar dengan lancar dan berharap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan cepat.
Kejadian kelangkaan ini mulai ramai dibahas oleh warganet, terutama di Twitter (X), yang mencatat keluhan masyarakat tentang ketidaktersediaan bahan bakar di beberapa SPBU Shell.
Pengguna media sosial menyuarakan keluhan mengenai gangguan layanan yang terjadi, yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari mereka.
Baca Juga: Mendikdasmen Ubah Sistem Zonasi Jadi Sistem Domisili, Siswa Sudah Tidak Bisa Curang dengan Ubah KK
Shell Indonesia pun mengimbau agar masyarakat tetap mengikuti perkembangan lebih lanjut mengenai ketersediaan BBM di SPBU mereka dan berharap pasokan segera pulih dalam waktu dekat.
Perusahaan juga berjanji akan memberikan informasi lebih lanjut terkait upaya pemulihan distribusi bahan bakar kepada konsumen.