INSIBERNEWS - BMW Australia resmi menarik kembali lebih dari 15 ribu unit mobil dari berbagai model setelah ditemukan potensi cacat pada komponen motor starter yang bisa menimbulkan risiko kebakaran. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh pihak BMW dan telah terdaftar di laman resmi Departemen Infrastruktur Australia.
Total kendaraan yang terdampak mencapai 15.352 unit, mencakup seri sedan 3, 4, 5, dan 6, serta SUV X3 dan X4, hingga mobil sport Z4. Semua kendaraan tersebut merupakan produksi antara tahun 2016 hingga 2020, meski sebagian baru dipasarkan setelah periode itu.
Baca Juga: Waduh! Ammar Zoni Kembali Terjerat Kasus Narkoba, Diduga Jalankan Bisnis Haram dari Dalam Penjara
Dalam keterangan resminya, BMW menjelaskan bahwa masalah ini disebabkan oleh proses produksi yang tidak sempurna pada bagian pelindung motor starter. Celah kecil yang tidak tertutup rapat memungkinkan air masuk ke dalam sistem kelistrikan.
Masuknya air ke bagian tersebut bisa menyebabkan karat, gangguan fungsi mesin, bahkan dalam kasus ekstrem, korsleting listrik yang dapat memicu panas berlebih hingga kebakaran. Risiko ini disebut bisa terjadi baik saat kendaraan diparkir maupun ketika sedang digunakan di jalan.
Baca Juga: Akui 29 Ribu Beras Stok Pemerintah Rusak, Mentan Amran: Jadikan Pakan Ternak
Model yang masuk dalam daftar penarikan meliputi BMW 320d, 320i, 330i, 420i, 430i, 520d, 520i, 530i, 620d, 630i, serta SUV X3, X4, dan Z4. Konsumen yang memiliki kendaraan dengan model tersebut disarankan segera memeriksa nomor identifikasi kendaraan (VIN) di situs resmi recall BMW Australia.
BMW memastikan, pemilik mobil yang terdampak akan dihubungi secara langsung oleh dealer resmi. Proses perbaikan akan dilakukan secara gratis dan mencakup penggantian komponen motor starter yang bermasalah.
Baca Juga: Anies Baswedan Soroti Lonjakan PHK dan Desak Pemerintah Ciptakan Lapangan Kerja yang Layak
Meskipun masalah ini cukup serius, pihak BMW Australia menegaskan belum ada laporan kebakaran atau cedera yang terkait dengan cacat tersebut di wilayah Australia.
Langkah recall ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan agar insiden serupa seperti di Amerika Utara tidak terjadi.
Sebelumnya, BMW Amerika Utara juga telah menarik sekitar 340 ribu kendaraan dengan masalah yang sama pada awal tahun ini. Recall massal itu menjadi perhatian besar karena beberapa kasus kebakaran sempat dilaporkan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Beberapa Bank Daerah Berebut Penempatan Dana Pemerintah, Menkeu: Akan Diseleksi Ketat
Dengan langkah cepat ini, BMW berharap bisa menjaga kepercayaan konsumen dan memastikan seluruh produknya tetap aman digunakan di jalan raya. Pabrikan asal Jerman itu juga berjanji akan memperketat pengawasan kualitas produksi agar kejadian serupa tidak terulang.***