INSIBERNEWS - Industri otomotif Indonesia terus menunjukkan geliat positif dengan nilai investasi yang kian menggunung. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, hingga Agustus 2025, total investasi yang masuk di sektor ini telah menembus angka Rp174,31 triliun.
Angka fantastis itu berasal dari 32 produsen kendaraan roda empat serta 73 produsen kendaraan roda dua dan tiga yang saat ini beroperasi di Tanah Air. Kontribusi paling besar datang dari industri roda empat dengan nilai Rp143,91 triliun, sementara roda dua dan tiga menyumbang Rp30,4 triliun.
“Industri otomotif memang masih jadi salah satu tulang punggung pertumbuhan manufaktur. Dari sisi investasi, roda empat mendominasi, tetapi roda dua dan tiga juga memberikan kontribusi signifikan,” ujar Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Mahardi Tunggul Wicaksono, saat ditemui di kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (25/8).
Selain dari sisi modal, geliat ini juga berdampak nyata pada penyerapan tenaga kerja. Dari total investasi tersebut, industri roda empat berhasil menyerap sekitar 69.390 pekerja secara langsung.
Sementara itu, roda dua dan tiga memberi ruang kerja bagi 30.310 orang. Jika dijumlahkan, lebih dari 100 ribu tenaga kerja kini bergantung pada industri otomotif nasional.
Baca Juga: Bukan Lagi Tugas Kemenag, Kini Anggaran Haji Pindah Kendali ke Kementerian Baru
Kehadiran industri otomotif bukan hanya memperkuat basis produksi dalam negeri, tetapi juga ikut mendorong lahirnya rantai pasok komponen lokal.
Banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang terlibat dalam penyediaan suku cadang maupun aksesoris kendaraan, sehingga efek ekonominya menyebar ke berbagai sektor.
Baca Juga: MG Gaspol! Siap Luncurkan 13 Mobil Listrik Baru dalam Dua Tahun
Tak hanya itu, tren elektrifikasi kendaraan juga mulai memengaruhi arah investasi. Beberapa produsen global telah mengumumkan komitmennya untuk membangun pabrik kendaraan listrik (EV) di Indonesia, termasuk fasilitas perakitan baterai.
Langkah ini diyakini akan membuat Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pusat produksi otomotif berbasis energi bersih di Asia Tenggara.
Baca Juga: Chikita Meidy Gugat Cerai Suami, Ada Dugaan Ancaman Pembunuhan hingga Masalah Perselingkuhan