otomotif

Dealer Utama BYD di Shandong Tumbang, Ribuan Konsumen Terlilit Masalah Refund

Jumat, 30 Mei 2025 | 12:38 WIB
Dealer Utama BYD di Shandong Tumbang (Foto : Instagram/byd_Indonesia)

INSIBERNEWS - Krisis besar menimpa jaringan dealer BYD di Provinsi Shandong, China, setelah 20 outlet milik Shandong Qiancheng Holdings Co., Ltd. resmi ditutup karena kesulitan operasional sejak April 2025.

Dealer 4S yang dulunya menjual, melayani, menyediakan suku cadang, serta melakukan survei kendaraan ini kini tak lagi beroperasi, bahkan ruang pamernya pun kosong melompong.

Baca Juga: Dituding Praktik Perbudakan, Raksasa EV China BYD Digugat Jaksa Brasil Rp740 Miliar

Salah satu dealer yang paling terdampak adalah Jinan Qiansheng, yang sebelumnya dijuluki sebagai dealer BYD nomor satu di China. Kini, nama besar itu berubah menjadi sorotan karena bangkrutnya perusahaan yang pernah jadi mitra strategis utama BYD.

Penutupan ini menjadi pukulan telak, tak hanya bagi manajemen, tapi juga ribuan pelanggan yang sudah terlanjur menyetor uang muka untuk berbagai paket layanan.

Baca Juga: Dorong Ekosistem Baterai EV, Indonesia Gandeng Raksasa Tambang Prancis

Lebih dari seribu konsumen kini terlilit masalah refund, usai membayar untuk sejumlah program seperti paket asuransi tiga tahun, rencana servis berkala, pelapis kaca jendela, hingga proteksi rangka kendaraan. Banyak dari mereka telah membentuk kelompok perlindungan hak untuk menuntut kejelasan dan pertanggungjawaban dari manajemen dealer.

Baca Juga: Tesla Kalah Saing di China, BYD dan Xiaomi Jadi Favorit Baru Penggemar Mobil Listrik

Parahnya lagi, dalam sistem pembayaran, pelanggan diwajibkan menyetor uang muka sebesar 10.000 hingga 15.000 yuan (sekitar Rp22–33 juta) untuk program asuransi multi-tahun. Dealer menjanjikan akan menanggung premi tahun kedua dan ketiga setelah pelanggan membayar premi awal.

Namun, sejak bulan April, konsumen mulai sadar bahwa dealer yang mereka percayai justru telah ditinggalkan pemiliknya tanpa kabar.

Baca Juga: Viral Anak Main Keluar dari Sunroof Saat Mobil Jalan: Ahli Sebut Ini Bukan Gaya-Gayaan Tapi Nyawa Taruhannya!

Qiancheng sendiri berdiri sejak 2014 dan berkembang cepat menjadi jaringan dealer terbesar BYD di Shandong. Mereka mengklaim mampu menjual kendaraan senilai 3 miliar yuan (lebih dari Rp6 triliun) setiap tahun dengan jumlah staf lebih dari 1.200 orang.

Kunjungan Chairman BYD Wang Chuanfu ke kantor pusat Qiancheng pada April 2024 sempat dianggap sebagai bentuk pengakuan tertinggi atas kontribusi dealer ini, namun ternyata itu hanya menjadi kenangan manis di balik krisis yang sudah mulai mengakar.

Baca Juga: Honda Tambah Jaringan Diler Mobil Bekas Bersertifikasi, Kini Hadir di Jakarta Selatan

Halaman:

Tags

Terkini