Industri Motor Listrik Lesu Lagi, Pelaku Desak Pemerintah Segera Keluarkan Subsidi Baru

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Sabtu, 24 Mei 2025 | 09:44 WIB
Ilustrasi Motor Listrik (Yadea)
Ilustrasi Motor Listrik (Yadea)

INSIBERNEWS - Penjualan motor listrik kembali mengalami kelesuan di awal 2025. Setelah sempat meroket berkat subsidi pemerintah pada 2024, industri roda dua ramah lingkungan kini kembali menghadapi tantangan serius akibat belum adanya kejelasan soal kelanjutan insentif. Pelaku industri pun mendesak pemerintah untuk segera mengambil keputusan agar pasar tak kembali mati suri.

Raditya Wibowo, CEO dan pendiri MAKA Motors, menilai bahwa subsidi Rp7 juta per unit yang berlaku tahun lalu telah terbukti efektif dalam mendorong minat masyarakat beralih ke kendaraan listrik. Menurutnya, kebijakan tersebut membantu meningkatkan penjualan hingga lebih dari 63 ribu unit sepanjang 2024.

Baca Juga: Honda Tambah Jaringan Diler Mobil Bekas Bersertifikasi, Kini Hadir di Jakarta Selatan

"Begitu insentif dihentikan, dampaknya langsung terasa. Di kuartal pertama 2025, penjualan motor listrik anjlok drastis, hanya menyentuh 2.000 unit," kata Raditya dalam keterangannya, Jumat (23/5).

Ia menyebut ketidakpastian ini menciptakan kebingungan bagi para pelaku industri dan konsumen. Tidak hanya memperlambat adopsi kendaraan listrik, situasi ini juga membuat banyak pelaku usaha enggan memperluas produksi karena pasar yang tidak menentu.

Baca Juga: Elon Musk Tegaskan Masih Betah Pimpin Tesla: Kalau Saya Meninggal, Baru Mundur

“Kalau terus dibiarkan menggantung, kita akan kehilangan momentum yang sudah dibangun tahun lalu. Pemerintah harus sigap dalam memberikan kepastian, idealnya sebelum pertengahan tahun ini,” tegasnya.

Raditya juga mengingatkan bahwa pemerintah telah memasang target penjualan motor listrik sebesar 200 ribu unit hingga akhir 2025. Tanpa dukungan kebijakan yang konkret dan cepat, target tersebut akan sulit dicapai.

Baca Juga: Investasi Kendaraan Listrik Menggeliat, Raksasa Otomotif China dan Eropa Lirik Indonesia

Menurutnya, percepatan implementasi insentif bukan hanya soal angka penjualan, tapi bagian penting dari komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi dan menciptakan ekosistem kendaraan yang lebih hijau.

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X