Kendaraan Listrik Jadi Solusi, RI Bisa Kurangi Impor BBM dan Polusi Udara

Photo Author
- Kamis, 13 Februari 2025 | 08:25 WIB
Ilustrasi Kendaraan Listrik (Foto : Oona Insurance Indonesia)
Ilustrasi Kendaraan Listrik (Foto : Oona Insurance Indonesia)

INSIBERNEWS - Penggunaan kendaraan listrik semakin dipandang sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) serta menekan tingkat polusi udara, terutama di kota-kota besar.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Rachmat Kaimuddin, menegaskan bahwa peralihan ke transportasi listrik bukan hanya soal tren, tetapi kebutuhan mendesak untuk masa depan energi dan lingkungan di Indonesia.

Baca Juga: Yadea Velax Siap Hadir di IIMS 2025, Motor Listrik Canggih Ini Dapat Berjalan Secara Otomatis, Bisa Kenali Lampu Lalu Lintas dan Hindari Keramaian

Menurut Rachmat, saat ini Indonesia masih sangat bergantung pada impor minyak, terutama untuk sektor transportasi darat.

"Kalau kita lihat dari sisi energi, dua impor terbesar Indonesia itu minyak untuk transportasi dan LPG untuk kebutuhan rumah tangga," ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (12/2/2025).

Baca Juga: Motor Matic Terbaru Yamaha RayZR 2025 Resmi Diluncurkan, Desain Unik dan Irit Bensin! Ini Fitur Canggihnya!

Dengan sekitar 60 persen kebutuhan minyak nasional berasal dari impor, Indonesia harus mengeluarkan rata-rata Rp250 triliun per tahun dalam lima tahun terakhir untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Selain beban ekonomi akibat impor BBM, Rachmat juga menyoroti dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh kendaraan berbahan bakar fosil.

Baca Juga: United E-Motor Beri Diskon hingga Rp 10 Juta dan Dapat Sepeda Gratis! Begini Cara Dapatnya!

Di kota-kota besar seperti Jakarta, polusi udara telah menjadi masalah serius yang mengancam kesehatan masyarakat.

"Kalau musim hujan, udara lebih bersih. Tapi kalau kemarau, kita bisa lihat kualitas udara menurun drastis. Berdasarkan data, sekitar 40 hingga 60 persen polusi udara di kota besar bersumber dari emisi kendaraan bermotor," jelasnya.

Baca Juga: Penjualan Lesu, Hyundai Hentikan Sementara Produksi Ioniq 5 dan Kona Electric di Korea Selatan

Solusi yang paling realistis dan sudah matang secara teknologi, menurutnya, adalah peralihan ke kendaraan listrik berbasis baterai.

Selain tidak menghasilkan emisi gas buang, kendaraan listrik juga memungkinkan Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap BBM impor karena listrik sebagai sumber energi utama bisa sepenuhnya dipasok dari dalam negeri, baik dari energi fosil maupun energi terbarukan.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X