INSIBERNEWS - Ketidakjelasan soal insentif kendaraan listrik kembali jadi sorotan. Hingga pertengahan September 2025, pemerintah belum juga memberikan kepastian mengenai skema bantuan harga motor listrik. Kondisi ini membuat penjualan di pasar domestik masih seret karena banyak calon pembeli memilih menunggu kepastian regulasi.
Bagi masyarakat, insentif dianggap sebagai penentu utama. Dengan adanya potongan harga dari pemerintah, sepeda motor listrik bisa lebih bersaing dibanding motor berbahan bakar konvensional. Tanpa itu, harga motor listrik masih dirasa cukup tinggi, sehingga belum mampu menarik minat besar.
Baca Juga: Kasus Deepfake Remaja di Korea Selatan Meledak, Angka Terus Meroket Sejak 2020
Head of Corporate Communication Astra Honda Motor (AHM) Ahmad Muhibbuddin mengakui pihaknya juga menantikan kepastian insentif ini. Ia menyebut, kebijakan tersebut bisa menjadi pemicu penting agar masyarakat semakin yakin beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
“Insentif ini salah satu tools yang bisa mendorong masyarakat untuk menggunakan atau membeli sepeda motor listrik. Karena dengan insentif, produk menjadi lebih terjangkau,” ujar Muhib saat ditemui di Cikarang, Jawa Barat, Senin (15/9).
Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia Bidik Hasil Positif di Four Nations Cup Meski Persiapan Mepet
Menurutnya, produsen otomotif tidak bisa berdiri sendiri mendorong adopsi kendaraan listrik. Dukungan pemerintah melalui insentif akan membantu mempercepat transisi, apalagi infrastruktur pengisian daya di Indonesia juga masih terbatas.
Di sisi lain, sejumlah konsumen masih ragu dengan performa dan kepraktisan motor listrik, mulai dari daya tahan baterai, ketersediaan stasiun pengisian, hingga biaya perawatan jangka panjang.
Faktor-faktor tersebut semakin menegaskan pentingnya insentif agar harga bisa lebih ramah di kantong.
Baca Juga: Heboh! Dokumen KPK Ditemukan Jadi Bungkus Bawang di Pasar
Jika kepastian soal insentif segera diberikan, diharapkan pasar motor listrik dalam negeri bisa bergerak lebih cepat. Produsen pun bisa lebih berani memperluas line-up produk dan menambah investasi untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional.
Saat ini, Indonesia sedang berupaya mengejar target besar dalam pengurangan emisi sekaligus memperkuat industri kendaraan listrik.
Namun, tanpa kebijakan yang jelas dan konsisten, peralihan dari motor bensin ke motor listrik akan sulit mencapai angka yang diharapkan.
Artikel Terkait
Siap Demo di Istana, Berikut Sejumlah Poin Tuntutan Ojol yang Kompak Matikan Aplikasi Besok
Andre Taulany Kembali Ajukan Cerai, Kali Ini di Pengadilan Agama Jakarta Selatan
Perceraian Pratama Arhan dan Azizah Salsha Resmi Inkrah, Sidang Ikrar Talak Dijadwalkan Akhir September
KChat Resmi Diluncurkan, Chatbot AI Karya Anak Bangsa yang Siap Bantu UMKM Hingga Korporasi
BRI Hadirkan Creator Fest 2025 Sebagai Wadah Kreativitas Masyarakat
Gara-Gara Tegur Murid Anak Wali Kota Bawa mobil, Kepsek dan Satpam di SMP Prabumulih, Sumatera Selatan Langsung Diganti
Begal Sadis Dibekuk di Bekasi, Polisi Masih Buru Satu Pelaku
Heboh! Dokumen KPK Ditemukan Jadi Bungkus Bawang di Pasar
Timnas Futsal Indonesia Bidik Hasil Positif di Four Nations Cup Meski Persiapan Mepet
Kasus Deepfake Remaja di Korea Selatan Meledak, Angka Terus Meroket Sejak 2020