Investasi Kendaraan Listrik di RI Tembus Rp5,65 Triliun, Produsen Asing Kian Melirik

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 29 Agustus 2025 | 09:59 WIB
Foto ilustrasi mobil listrik.  (Unsplash/MichaelFousert)
Foto ilustrasi mobil listrik. (Unsplash/MichaelFousert)

INSIBERNEWS - Industri otomotif berbasis listrik di Indonesia terus menunjukkan perkembangan signifikan. Sejumlah produsen kendaraan dari luar negeri semakin tertarik menanamkan modalnya, sehingga nilai investasi di sektor ini kini sudah mencapai Rp5,65 triliun. Angka tersebut mencakup investasi dari berbagai lini, mulai dari mobil listrik, motor listrik, hingga bus listrik.

Baca Juga: Denny Sumargo-Pasha Ungu Datangi Rumah Duka Affan Kurniawan, Doakan Ojol yang Jadi Korban Barakuda

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian RI, Mahardi Tunggul Wicaksono, mengungkapkan bahwa besarnya minat investor ini tidak terlepas dari potensi pasar Indonesia yang terus tumbuh.

Ia menyebutkan, gelombang investasi baru masih berpotensi masuk dalam waktu dekat karena beberapa merek kendaraan listrik global sudah mulai melakukan pendekatan dan kajian pasar.

Baca Juga: Sidang Berlanjut, Saksi Owner Skincare Daviena Ungkap Diminta Rp15 M Oleh Nikita Mirzani agar Produk Skincare Tak Direview Jelek

“Investasi di sektor mobil listrik masih mendominasi dengan nilai mencapai Rp4,12 triliun. Saat ini, tercatat ada sembilan pabrikan mobil listrik yang sudah beroperasi dengan kapasitas produksi 70.060 unit per tahun,” jelas Mahardi saat ditemui di kantor Kemenperin.

Selain mobil listrik, investasi juga mengalir ke sektor motor listrik dan bus listrik. Kehadiran produsen baru di lini ini diprediksi semakin memperluas ekosistem kendaraan ramah lingkungan di dalam negeri.

Motor listrik, misalnya, tengah dibidik sebagai pilihan transportasi alternatif yang terjangkau dan praktis, terutama untuk masyarakat perkotaan.

Baca Juga: Justin Hubner Rayakan Ultah Putri Kekasihnya, Sebut Kamari Sudah Seperti Anak Kandung

Di sisi lain, pemerintah menegaskan dukungan penuh terhadap industri ini melalui berbagai regulasi dan insentif. Mulai dari keringanan pajak, program subsidi pembelian motor listrik, hingga dukungan pembangunan infrastruktur pengisian daya.

Semua langkah tersebut ditujukan agar adopsi kendaraan listrik lebih cepat dan bisa menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Baca Juga: KPK Tahan Bos Grup Bara Jaya Utama, Diduga Selewengkan Kredit LPEI

Indonesia sendiri memiliki posisi strategis dalam rantai pasok global kendaraan listrik. Hal ini karena ketersediaan bahan baku penting seperti nikel, yang menjadi komponen utama baterai listrik.

Keunggulan ini menjadi daya tarik besar bagi investor asing untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi maupun pusat distribusi di kawasan Asia Tenggara.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X