INSIBERNEWS - Industri otomotif berbasis listrik di Indonesia terus menunjukkan perkembangan signifikan. Sejumlah produsen kendaraan dari luar negeri semakin tertarik menanamkan modalnya, sehingga nilai investasi di sektor ini kini sudah mencapai Rp5,65 triliun. Angka tersebut mencakup investasi dari berbagai lini, mulai dari mobil listrik, motor listrik, hingga bus listrik.
Baca Juga: Denny Sumargo-Pasha Ungu Datangi Rumah Duka Affan Kurniawan, Doakan Ojol yang Jadi Korban Barakuda
Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian RI, Mahardi Tunggul Wicaksono, mengungkapkan bahwa besarnya minat investor ini tidak terlepas dari potensi pasar Indonesia yang terus tumbuh.
Ia menyebutkan, gelombang investasi baru masih berpotensi masuk dalam waktu dekat karena beberapa merek kendaraan listrik global sudah mulai melakukan pendekatan dan kajian pasar.
“Investasi di sektor mobil listrik masih mendominasi dengan nilai mencapai Rp4,12 triliun. Saat ini, tercatat ada sembilan pabrikan mobil listrik yang sudah beroperasi dengan kapasitas produksi 70.060 unit per tahun,” jelas Mahardi saat ditemui di kantor Kemenperin.
Selain mobil listrik, investasi juga mengalir ke sektor motor listrik dan bus listrik. Kehadiran produsen baru di lini ini diprediksi semakin memperluas ekosistem kendaraan ramah lingkungan di dalam negeri.
Motor listrik, misalnya, tengah dibidik sebagai pilihan transportasi alternatif yang terjangkau dan praktis, terutama untuk masyarakat perkotaan.
Baca Juga: Justin Hubner Rayakan Ultah Putri Kekasihnya, Sebut Kamari Sudah Seperti Anak Kandung
Di sisi lain, pemerintah menegaskan dukungan penuh terhadap industri ini melalui berbagai regulasi dan insentif. Mulai dari keringanan pajak, program subsidi pembelian motor listrik, hingga dukungan pembangunan infrastruktur pengisian daya.
Semua langkah tersebut ditujukan agar adopsi kendaraan listrik lebih cepat dan bisa menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Baca Juga: KPK Tahan Bos Grup Bara Jaya Utama, Diduga Selewengkan Kredit LPEI
Indonesia sendiri memiliki posisi strategis dalam rantai pasok global kendaraan listrik. Hal ini karena ketersediaan bahan baku penting seperti nikel, yang menjadi komponen utama baterai listrik.
Keunggulan ini menjadi daya tarik besar bagi investor asing untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi maupun pusat distribusi di kawasan Asia Tenggara.
Artikel Terkait
Imbas Demo di DPR, KRL Serpong–Rangkasbitung Tak Bisa Berangkat dari Tanah Abang
Affan Kurniawan Driver Ojol Yang Tewas Dilandas Mobil Brimob Tinggal di Kontrakan Kecil Bersama 7 Anggota Keluarga
Ojol Tewas Tertabrak Barakuda di Tengah Demo, Rekan-Rekan Bergerak ke RSCM
Kapolri Minta Maaf ke Keluarga Ojol Tewas, Janji Bantu Pemakaman dan Proses Hukum
Situasi Panas di Senen: Delapan Mobil Dibakar di Depan Mako Brimob
GOTO Pastikan Ojol yang Tewas Tertabrak Barakuda Mitranya, Janji Beri Santunan dan Pendampingan
KPK Tahan Bos Grup Bara Jaya Utama, Diduga Selewengkan Kredit LPEI
Justin Hubner Rayakan Ultah Putri Kekasihnya, Sebut Kamari Sudah Seperti Anak Kandung
Sidang Berlanjut, Saksi Owner Skincare Daviena Ungkap Diminta Rp15 M Oleh Nikita Mirzani agar Produk Skincare Tak Direview Jelek
Denny Sumargo-Pasha Ungu Datangi Rumah Duka Affan Kurniawan, Doakan Ojol yang Jadi Korban Barakuda