Target 9 Juta Kendaraan Listrik di 2030, Pemerintah Genjot Daya Saing Industri Otomotif

Photo Author
- Jumat, 9 Mei 2025 | 11:48 WIB
Ilustrasi Mobil Listrik  (Hyundai)
Ilustrasi Mobil Listrik (Hyundai)

INSIBERNEWS - Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong transisi ke energi bersih, salah satunya dengan menargetkan 9 juta unit kendaraan listrik beroperasi di Indonesia pada tahun 2030.

Optimisme ini disampaikan langsung oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita yang menilai pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia mengalami lonjakan positif dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Penjualan Tesla Turun Drastis di Belanda, Cerminan Tantangan Global

Agus menilai ekosistem kendaraan listrik semakin matang. Masyarakat mulai memahami manfaat menggunakan mobil listrik—mulai dari efisiensi biaya bahan bakar, perawatan yang lebih sederhana, hingga kontribusinya dalam menekan emisi karbon.

Selain itu, masuknya berbagai merek otomotif yang menawarkan kendaraan listrik dengan harga dan fitur yang semakin kompetitif juga menjadi faktor pendorongnya.

Baca Juga: Harga BBM Turun, Pertamina Tambah Promo dan Cashback di MyPertamina!

“Kita harus pastikan produk otomotif kita bisa bersaing, tidak hanya di dalam negeri tapi juga di pasar global,” kata Agus Gumiwang dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/5/2025).

“Kualitas produk dan strategi pemasarannya harus benar-benar diperhitungkan,” tambahnya.

Baca Juga: BYD Kuasai Pasar Mobil Listrik Indonesia, Raup Separuh Penjualan Nasional di Kuartal Pertama 2025

Tren penjualan mobil listrik tahun ini menjadi bukti nyata bahwa pasar mulai bergeser. Selama kuartal pertama 2025, tercatat sebanyak 16.535 unit mobil listrik terjual di Indonesia.

Angka ini bahkan melampaui penjualan mobil hybrid, yang selama ini dianggap sebagai jembatan menuju kendaraan ramah lingkungan sepenuhnya.

Baca Juga: Trump Longgarkan Tarif Suku Cadang Mobil, Industri Otomotif Tarik Napas Lega

Seiring meningkatnya penjualan, pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai kebijakan lanjutan untuk memperkuat industri kendaraan listrik, mulai dari insentif pajak, pengembangan pabrik baterai, hingga penambahan infrastruktur stasiun pengisian daya di berbagai daerah.

Semua itu dirancang agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen utama kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X