INSIBERNEWS - Pemerintah terus mendorong transformasi industri otomotif menuju era kendaraan ramah lingkungan. Salah satu langkah serius datang dari Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang menegaskan pentingnya membangun ekosistem elektrifikasi yang mandiri di Indonesia.
Tak hanya berfokus pada kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), Agus juga menaruh perhatian besar pada potensi mobil hidrogen sebagai alternatif masa depan.
Baca Juga: BYD Seal Terbakar di Garasi Rumah, Korsleting Baterai Diduga Jadi Pemicu Utama
Menurutnya, pengembangan mobil berbahan bakar hidrogen dapat membuka lebih banyak pilihan bagi masyarakat serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai industri otomotif global. Ia menilai pendekatan ini sangat relevan dengan misi besar untuk menciptakan mobilitas yang berkelanjutan sekaligus mendukung target emisi rendah karbon.
Baca Juga: Target 9 Juta Kendaraan Listrik di 2030, Pemerintah Genjot Daya Saing Industri Otomotif
"Konsep green mobility menjadi kunci penting untuk mendorong pengembangan teknologi kendaraan yang lebih bersih. Mobil hidrogen adalah bagian dari solusi itu, karena masih mempertahankan mesin konvensional namun menghasilkan tenaga listrik dari proses yang lebih ramah lingkungan," kata Agus saat menyampaikan pernyataan resminya, Selasa (13/5/2025).
Baca Juga: Penjualan Tesla Turun Drastis di Belanda, Cerminan Tantangan Global
Agus menambahkan, langkah ini juga diharapkan bisa mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor teknologi otomotif. Dengan mengembangkan sistem dan infrastruktur sendiri, industri dalam negeri bisa lebih berdaya dan mandiri, serta memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Baca Juga: Harga BBM Turun, Pertamina Tambah Promo dan Cashback di MyPertamina!
“Kalau kita terus bergantung pada impor, sulit untuk membangun industri yang kuat dan berdaya saing. Itulah kenapa kami ingin membentuk ekosistem kendaraan ramah lingkungan yang lengkap, bukan hanya BEV, tapi juga hidrogen dan opsi lainnya,” ujarnya.
Baca Juga: Trump Longgarkan Tarif Suku Cadang Mobil, Industri Otomotif Tarik Napas Lega
Seiring dengan meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim, peluang pasar untuk kendaraan hijau juga semakin besar.
Pemerintah pun disebut tengah mengkaji berbagai insentif dan kemitraan strategis untuk menarik investasi dalam pengembangan teknologi mobil hidrogen di tanah air, dengan harapan Indonesia tidak hanya jadi pasar, tapi juga pemain utama di kawasan.
Artikel Terkait
Kapal Pengangkut Mobil Terbesar Dunia Milik BYD Mulai Pelayaran Perdana, Bawa 7.000 EV ke Brasil
Huawei Rilis Charger EV 1,5 MW, Bisa Isi Truk Listrik Hanya 15 Menit!
LG Gandeng MediaTek Hadirkan Infotainment Mobil Super Canggih Berbasis Chip Tunggal
Tesla Siapkan Model Y Versi Tiga Baris Khusus Pasar China, Produksi Dimulai Usai Libur Mei
Trump Longgarkan Tarif Suku Cadang Mobil, Industri Otomotif Tarik Napas Lega
BYD Kuasai Pasar Mobil Listrik Indonesia, Raup Separuh Penjualan Nasional di Kuartal Pertama 2025
Harga BBM Turun, Pertamina Tambah Promo dan Cashback di MyPertamina!
Penjualan Tesla Turun Drastis di Belanda, Cerminan Tantangan Global
Target 9 Juta Kendaraan Listrik di 2030, Pemerintah Genjot Daya Saing Industri Otomotif
BYD Seal Terbakar di Garasi Rumah, Korsleting Baterai Diduga Jadi Pemicu Utama