Program pengembangan usia muda, kompetisi domestik, hingga pembinaan pelatih terancam terdampak jika krisis ini tidak segera diatasi.
Baca Juga: Sumardji Mundur dari Pos Manajer Timnas, Tetap Bertahan di BTN Usai Gagal di SEA Games 2025
Pengamat sepak bola Malaysia menilai, krisis ini seharusnya menjadi titik balik untuk reformasi menyeluruh. Tanpa langkah tegas dan akuntabilitas yang jelas, sepak bola Malaysia dikhawatirkan akan semakin tertinggal di kawasan Asia Tenggara, bahkan kehilangan kepercayaan publik yang selama ini menjadi napas utama olahraga tersebut.***
Artikel Terkait
Kemendikdasmen Kucurkan Rp32 Miliar untuk Guru dan Tendik Terdampak Bencana
Tragedi Kapal Wisata di Labuan Bajo, Pelatih Valencia Femenino B dan Tiga Anaknya Meninggal Dunia
Libur Nataru, Kemenhub Tegaskan Larangan Truk Sumbu Tiga Demi Keselamatan Jalan
Trump Tegaskan Peran Kunci AS dalam Damai Rusia–Ukraina Jelang Pertemuan dengan Zelensky
Real Madrid Ikut Berduka atas Wafatnya Pelatih Valencia Putri B dalam Tragedi Kapal di Indonesia
Pulihkan Krisis Air Pascabencana, Kemenkomdigi Kirim 118 Tangki Air Bersih ke Aceh
Tak Lagi Permanen, Google Siapkan Fitur Ganti Alamat Gmail Tanpa Buat Akun Baru
BYD Gandeng Mobil Luncurkan Oli Mesin Khusus PHEV, Dirancang untuk Tantangan Hybrid DM-i
Buat Publik Penasaran, Kenapa KPK Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024?
Kasus Bank BJB Melebar, KPK Telusuri Informasi Dana Ridwan Kamil yang Libatkan Aura Kasih