Kemendikdasmen Kucurkan Rp32 Miliar untuk Guru dan Tendik Terdampak Bencana

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Minggu, 28 Desember 2025 | 14:20 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti (Situs Resmi Setkab)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti (Situs Resmi Setkab)

INSIBERNEWS - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan anggaran khusus senilai Rp32 miliar untuk membantu tenaga pendidik dan kependidikan (PTK) yang terdampak bencana di sejumlah wilayah. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian negara terhadap keberlangsungan pendidikan di tengah situasi darurat.

Program bantuan tersebut menyasar PTK di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jawa Timur. Daerah-daerah tersebut sebelumnya dilaporkan mengalami bencana alam yang berdampak pada aktivitas sekolah dan kondisi para pendidik.

Baca Juga: IHSG Bergejolak, Puluhan Emiten Ramai-ramai Buyback Saham Sepanjang 2025

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjelaskan, total penerima bantuan mencapai 16.467 orang. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga pendidikan menengah, termasuk tenaga kependidikan yang turut menopang operasional sekolah.

Untuk jenjang PAUD, sebanyak 915 pendidik akan menerima bantuan dengan total anggaran sekitar Rp1,8 miliar. Sementara itu, pada jenjang pendidikan dasar, bantuan dialokasikan kepada 10.274 guru dengan total nilai mencapai Rp20,5 miliar.

Adapun pada jenjang pendidikan menengah, tercatat 5.258 guru akan menerima bantuan dengan total anggaran sebesar Rp10,5 miliar. Selain itu, terdapat 20 tenaga kependidikan di Aceh dan Sumatera Barat yang masing-masing akan memperoleh bantuan sebesar Rp2 juta.

Baca Juga: Pasokan Cabai Aceh Masuk Medan, Pemerintah Amankan Harga dan Serap Hasil Panen Petani

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa bantuan ini tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar bagi peserta didik di wilayah terdampak bencana.

“Pemerintah hadir untuk memastikan pendidikan darurat dapat berjalan, sekaligus memberikan dukungan bagi para guru yang tetap mengabdi di wilayah terdampak,” ujar Abdul Mu’ti, Minggu (28/12/2025).

Ia menambahkan, para pendidik memiliki peran strategis dalam memulihkan kondisi psikologis dan sosial anak-anak pascabencana. Oleh karena itu, dukungan terhadap kesejahteraan guru dinilai sangat penting agar mereka dapat terus menjalankan tugasnya secara optimal.

Baca Juga: Ekosistem Halal Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi dan Daya Saing Nasional

Penyaluran tunjangan khusus ini akan dilakukan secara bertahap mulai Desember 2025 hingga Februari 2026. Pemerintah memastikan proses pencairan dilakukan secara transparan dan tepat sasaran melalui mekanisme yang telah ditetapkan.

Kemendikdasmen berharap bantuan ini dapat meringankan beban para pendidik dan tenaga kependidikan, sekaligus memastikan hak belajar anak-anak tetap terpenuhi meski berada dalam situasi darurat akibat bencana alam.***

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X