INSIBERNEWS - Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Spanyol. Pelatih Valencia CF Femenino B, Fernando Martin, dipastikan meninggal dunia bersama tiga anaknya dalam kecelakaan kapal wisata Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat malam, 26 Desember 2025.
Insiden tragis tersebut terjadi saat kapal wisata yang membawa 11 orang tengah berlayar dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar. Dalam rombongan itu terdapat enam wisatawan asal Spanyol, empat kru kapal, serta satu pemandu wisata.
Baca Juga: WFA dan Work From Mall Didorong Jadi Penggerak Belanja Saat Libur Nataru
Berdasarkan informasi awal, kapal mengalami gangguan teknis berupa mati mesin saat berada di perairan Selat Pulau Padar. Kondisi laut yang tidak bersahabat membuat kapal kehilangan kendali sebelum akhirnya tenggelam.
Tim SAR Gabungan segera melakukan operasi pencarian dan penyelamatan setelah menerima laporan kejadian. Proses evakuasi melibatkan sejumlah unsur, termasuk kapal Nepton yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Sebanyak tujuh orang berhasil diselamatkan dalam peristiwa tersebut. Mereka terdiri dari kru kapal dan beberapa penumpang yang sempat bertahan di laut sebelum dievakuasi oleh tim penyelamat.
Baca Juga: IHSG Bergejolak, Puluhan Emiten Ramai-ramai Buyback Saham Sepanjang 2025
Sementara itu, empat wisatawan asal Spanyol yang sebelumnya dilaporkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Mereka dikonfirmasi sebagai Fernando Martin dan tiga anaknya yang turut serta dalam perjalanan wisata tersebut.
Kabar meninggalnya Fernando Martin sontak mengguncang komunitas sepak bola Spanyol. Sosoknya dikenal sebagai pelatih berdedikasi yang aktif membina pemain muda di Valencia CF Femenino B.
Melalui akun resmi klub, Valencia CF menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi tersebut.
“Valencia CF sangat berduka atas meninggalnya Fernando Martin dan tiga anaknya dalam kecelakaan perahu tragis di Indonesia. Kami menyampaikan dukungan penuh kepada keluarga serta seluruh kolega yang ditinggalkan,” tulis klub dalam pernyataannya.
Baca Juga: Ekosistem Halal Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi dan Daya Saing Nasional
Pihak berwenang Indonesia menyatakan penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti tenggelamnya kapal.
Tragedi ini kembali menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan dalam aktivitas wisata bahari, khususnya di kawasan perairan terbuka.***
Artikel Terkait
Remisi Natal untuk Harvey Moeis Tuai Sorotan, Publik Pertanyakan Rasa Keadilan
KSPI Minta UMP DKI 2026 Dikoreksi: Upah Rp5,73 Juta Dinilai Belum Layak Hidup di Jakarta
Jadi Wajah BA Investasi, Dude Harlino Terseret Kasus Gagal Bayar Rp1,3 Triliun
APBD DKI 2026 Resmi Dipatok Rp81,32 Triliun, Pemprov Fokuskan Anggaran ke Masalah Warga
Ekosistem Halal Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi dan Daya Saing Nasional
Waspada Tren Matcha, Berikut Efek Samping pada Tubuh Jika Dikonsumsi Berlebihan
Prabowo Panggil Rosan Roeslani, Bahas Kampung Haji hingga Hunian Korban Bencana
Pasokan Cabai Aceh Masuk Medan, Pemerintah Amankan Harga dan Serap Hasil Panen Petani
WFA dan Work From Mall Didorong Jadi Penggerak Belanja Saat Libur Nataru
IHSG Bergejolak, Puluhan Emiten Ramai-ramai Buyback Saham Sepanjang 2025