Di antaranya adalah Koordinator Pengawasan BBM BPH Migas, Agustinus Yanuar Mahendratama, serta sejumlah pejabat dan mantan pejabat di PT Pertamina dan perusahaan terkait lainnya. Mereka diminta memberikan keterangan untuk membantu penyelidikan lebih lanjut.
Baca Juga: Target Turunkan Kemiskinan Ekstrem, Pemerintah Siapkan Strategi Bertahap
Tessa menyebutkan bahwa meski KPK telah menetapkan tersangka dalam kasus ini, pengumuman resmi mengenai identitas tersangka belum akan dilakukan.
"Kami sudah ada tersangkanya, namun untuk pengumuman secara resmi akan dilakukan nanti," tuturnya.
KPK menegaskan bahwa proses penyelidikan kasus ini masih berlanjut dan pihaknya berkomitmen untuk mengungkap fakta-fakta terkait dugaan korupsi dalam proyek tersebut.