Target Turunkan Kemiskinan Ekstrem, Pemerintah Siapkan Strategi Bertahap

Photo Author
- Jumat, 31 Januari 2025 | 11:48 WIB
Ilustrasi Kemiskinan Ekstrem (Foto : Medcom.id)
Ilustrasi Kemiskinan Ekstrem (Foto : Medcom.id)

INSIBERNEWS - Pemerintah berkomitmen menekan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia yang saat ini mencapai 3,1 juta jiwa.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, menegaskan bahwa dalam enam bulan ke depan, berbagai langkah akan diterapkan agar masyarakat yang berada dalam kategori miskin ekstrem bisa keluar dari kondisi tersebut.

Baca Juga: Pembekuan Pendanaan AS Guncang Komunitas LGBTQ+ Filipina: Bagaimana Organisasi di Filipina Mengisi Kekosongan dan Menghadapi Tantangan Besar HIV?

Dalam strategi yang telah disepakati, upaya ini akan dilakukan secara bertahap. Tiga bulan pertama difokuskan pada pemberian bantuan sosial khusus bagi kelompok miskin ekstrem, agar mereka dapat memenuhi kebutuhan dasar dengan lebih baik.

Setelah itu, di tahap kedua, pemerintah akan membuka akses pelatihan kerja dan keterampilan bagi mereka yang masih berada dalam usia produktif.

Baca Juga: Paus Fransiskus Dipuji Menteri Luar Negeri AS Soal Dukungannya Terhadap Hak-Hak LGBTQI: Apa Kata Dunia Tentang Pernyataan Ini?

“Targetnya jelas, dalam tiga bulan pertama kita bantu mereka bertahan dan keluar dari kondisi paling sulit. Kemudian, tiga bulan berikutnya, kita dorong mereka yang masih produktif untuk bisa mandiri lewat akses kerja dan pelatihan,” ujar Cak Imin usai memimpin rapat di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Kamis (30/1/2025).

Baca Juga: Saudara Tiri Marcos Jr Presiden Filipina Ditangkap di Pesawat! Tersangkut Kasus Serangan Mabuk dalam Penerbangan Menuju Sydney

Lebih lanjut, di tahap ketiga, pemerintah berupaya menciptakan ekosistem yang mendorong kemandirian ekonomi. Setelah menerima bantuan dan pelatihan, kelompok ini akan diberikan dukungan agar bisa menjalankan usaha sendiri atau mendapatkan pekerjaan yang lebih stabil.

Dalam rapat koordinasi yang dihadiri berbagai kementerian dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), disepakati bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Baca Juga: Mengungkap Kejanggalan Kecelakaan Jeju Air: Kotak Hitam Berhenti Merekam Sebelum Tragedi, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Pemerintah berharap dengan pendekatan ini, masyarakat miskin ekstrem tidak hanya bergantung pada bantuan sosial, tetapi juga bisa berdaya dan mandiri secara ekonomi dalam jangka panjang.

“Ini bukan hanya soal bantuan sesaat, tapi bagaimana kita memastikan mereka benar-benar bisa keluar dari garis kemiskinan dengan solusi yang berkelanjutan,” pungkas Cak Imin.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X