Ketegangan ini diperburuk oleh keputusan mantan Presiden AS Donald Trump yang mencabut sanksi terhadap kelompok pemukim sayap kanan Israel.
Kebijakan ini, yang berlawanan dengan langkah pemerintahan Joe Biden sebelumnya, dinilai oleh Otoritas Palestina sebagai dorongan bagi kelompok pemukim untuk melakukan kekerasan.
Baca Juga: IKN Ditargetkan Jadi Ibu Kota Politik pada 2028, Basuki Hadimuljono Ungkap Rencana Besar
Gedung Putih membela langkah Trump tersebut, namun kritik terus berdatangan dari berbagai pihak yang menyatakan bahwa langkah itu justru merusak upaya perdamaian di kawasan tersebut.
Ketika situasi di Tepi Barat semakin memanas, perhatian dunia internasional pun tertuju pada konflik ini, dengan harapan adanya solusi damai yang bisa mengakhiri penderitaan warga Palestina.