INSIBERNEWS - 100 hari masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menjadi sorotan.
Dalam laporan bertajuk "Rapor 100 Hari Prabowo-Gibran", Center of Economic and Law Studies (Celios) memberikan penilaian terhadap kinerja menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju Jilid II. Hasilnya?
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menduduki peringkat pertama sebagai menteri dengan kinerja terburuk.
Skor Minus dan Kritikan Tajam
Menurut Celios, Pigai memperoleh skor -113, mencerminkan ketidakpuasan yang signifikan terhadap kebijakan di bidang HAM. Ia dikategorikan sebagai "Menteri yang perlu di-reshuffle" dan "Menteri/Kepala Lembaga yang tak terlihat bekerja".
Apa yang menyebabkan penilaian ini?
- Minim Terobosan: Pigai dinilai gagal membawa perubahan berarti dalam kebijakan HAM.
- Kontroversi Publik: Beberapa kebijakan yang diambil dianggap kurang relevan dengan tantangan HAM saat ini.
Baca Juga: Pigai Kritik Mahfud MD, Soroti Tiga Poin Utama Soal Penegakan Hukum
Menteri dengan Kinerja Buruk Lainnya
Pigai bukan satu-satunya yang mendapat rapor merah. Berikut daftar menteri dengan kinerja terburuk lainnya:
- Budi Arie Setiadi (Menteri Koperasi) di posisi kedua.
- Bahlil Lahadalia (Menteri ESDM) di posisi ketiga.
- Raja Juli Antoni (Menteri Kehutanan) di posisi keempat.
- Yandri Susanto (Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal) di posisi kelima.
Siapa Menteri dengan Kinerja Terbaik?
Namun, tak semua menteri mendapat rapor merah. Celios juga menobatkan beberapa menteri dengan kinerja terbaik:
- Nasaruddin Umar (Menteri Agama) menjadi yang terbaik dengan skor mendekati 100.
- Meutya Hafid (Menteri Komunikasi dan Digital) di posisi kedua.
- Abdul Mu’ti (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah).
- Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan).
- Yassierli (Menteri Ketenagakerjaan).
Penilaian untuk Prabowo dan Gibran
Secara keseluruhan, Celios memberikan skor rata-rata 5 dari 10 untuk kinerja Prabowo. Sementara itu, Gibran sebagai Wakil Presiden mendapat nilai yang lebih rendah, yaitu 3 dari 10.
Artikel Terkait
Polemik Disertasi Bahlil Lahadalia, JATAM Kecewa Jadi Informan Tanpa Persetujuan, Tuntut Penghapusan
Bahlil Klarifikasi! Jokowi Tak Masuk Kepengurusan Golkar Meski Ada Banyak Aspirasi, Simak Penjelasan Lengkapnya!
Bahlil Lahadalia: Ekspor Listrik ke Singapura Harus Untungkan Indonesia
Subsidi BBM Tidak untuk Ojol, Bahlil: Usaha Kok Disubsidi?
Pigai Kritik Mahfud MD, Soroti Tiga Poin Utama Soal Penegakan Hukum
Bahlil Lahadalia Bela Jokowi Soal Tuduhan Perpanjangan Masa Jabatan 3 Periode
Presiden Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, Dipimpin Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Natalius Pigai Akan Bangun Pusat Studi HAM di Kampus NU? Ini Rencana Menteri HAM 2025