Dengan pendekatan yang sensitif terhadap trauma, para pengajar dan staf sekolah dilatih untuk memahami kebutuhan emosional dan psikologis siswa korban kekerasan seksual.
Baca Juga: Menteri PKP Usulkan Penghapusan Pajak Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Program pembelajaran di sekolah ini juga melibatkan konseling dan terapi untuk membantu siswa mengatasi trauma mereka, serta memberikan dukungan sosial yang sangat dibutuhkan.
Selain itu, sekolah khusus ini memungkinkan siswa untuk belajar dengan lebih nyaman tanpa tekanan sosial yang biasanya ada di sekolah umum.
Kemudian gagasan yang kedua adalah mendirikan sekolah asrama dengan tujuan perkembangan pendidikan dan mental korban bisa terawasi.***