Surplus ini menunjukkan bahwa penerimaan negara, setelah dikurangi belanja tanpa menghitung bunga utang, menunjukkan angka positif.
"Keseimbangan primer yang positif ini menjadi tanda bahwa kita mampu mengelola belanja dan pendapatan negara dengan baik," jelasnya.
Baca Juga: Menteri Pertanian: Pupuk Bersubsidi Bisa Ditebus Petani Hanya dengan KTP, Distribusi Dipermudah
Secara keseluruhan, meskipun defisit masih ada, kondisi APBN Indonesia pada Oktober 2024 tetap berada pada jalur yang sehat, dengan pertumbuhan belanja yang konstruktif dan penerimaan yang solid.
Pemerintah berharap, dengan pengelolaan yang hati-hati dan efisien, defisit anggaran dapat terus terjaga dalam batas yang aman, sementara perekonomian nasional tetap tumbuh positif.
Dengan pencapaian ini, Sri Mulyani optimis bahwa Indonesia akan mampu melewati tantangan ekonomi global dengan baik dan terus mencatatkan perkembangan ekonomi yang menguntungkan bagi negara.