APBN Tembus Rp2.556 Triliun Hingga Oktober 2024, Sri Mulyani Sebut Pertumbuhan Belanja Sangat Positif

Photo Author
- Sabtu, 9 November 2024 | 09:28 WIB
APBN Tembus Rp2.556 Triliun Hingga Oktober 2024, Sri Mulyani Sebut Pertumbuhan Belanja Sangat Positif (Photo : BPR DBL)
APBN Tembus Rp2.556 Triliun Hingga Oktober 2024, Sri Mulyani Sebut Pertumbuhan Belanja Sangat Positif (Photo : BPR DBL)

INSIBERNEWS - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan bahwa hingga akhir Oktober 2024, belanja negara telah mencapai angka Rp2.556 triliun, atau sekitar 76,9 persen dari total pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta pada Jumat (8/11/2024), menyebutkan bahwa belanja negara tahun ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, yakni sebesar 14,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Xi Jinping: China dan AS Harus Bangun Hubungan Stabil demi Kepentingan Bersama

Sri Mulyani menjelaskan bahwa pertumbuhan belanja negara ini membawa dampak positif terhadap perekonomian Indonesia.

"Jika dilihat dari sisi pertumbuhannya, belanja negara tahun ini menunjukkan angka yang sangat tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dan ini tentunya berdampak baik bagi perekonomian," ujarnya.

Belanja negara yang cukup besar ini menjadi salah satu indikator pemerintah untuk menjaga momentum ekonomi nasional di tengah tantangan global.

Baca Juga: Krisis Politik di Jerman: Koalisi Olaf Scholz Runtuh, Pemilu Bisa Digelar Lebih Awal

Meski mengalami pertumbuhan belanja yang pesat, Sri Mulyani mencatat bahwa hingga Oktober 2024, APBN masih mengalami defisit sebesar Rp309,2 triliun, yang setara dengan 1,37 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Menurutnya, defisit ini tergolong kecil dan masih berada dalam batas aman yang telah disepakati dengan DPR, mengingat pagu defisit yang telah ditetapkan sebelumnya.

Baca Juga: Kemendag Bongkar Penyelundupan 90 Ribu Rol Kain Tekstil Ilegal Asal China Senilai Rp90 Miliar

Dari sisi pendapatan negara, Kemenkeu melaporkan bahwa pada periode yang sama, pendapatan negara telah mencapai Rp2.247 triliun, atau sekitar 80,2 persen dari target pendapatan yang tercantum dalam APBN 2024.

Sri Mulyani menekankan bahwa pencapaian ini menunjukkan kinerja yang baik dalam hal pengumpulan pendapatan negara, terutama melalui pajak dan penerimaan negara lainnya.

Baca Juga: Eks Menko Polhukam Mahfud MD Soroti 3 Hal Berikut Soal Kepemimpinan Presiden Prabowo

Selain itu, ada kabar positif lainnya yang disampaikan Sri Mulyani terkait keseimbangan primer (primary balance) APBN 2024, yang mencatatkan surplus sebesar Rp97,1 triliun.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X