Maraknya kekerasan terhadap wanit bukan hanya terjadi di Korea Selatan. Banyak perempuan di negara lain merasakan hal serupa.
Karena itu para perempuan dibanyak negara ikut mendukung gerakan 6B sebagai bentuk cita-cita dunia yang aman bagi perempuan.
Di Indonesia sendiri angka kelahiran terus mengalami penurunan tiga tahun belakangan ini.
Baca Juga: Daniel Frits Bebas! Aktivis Lingkungan Daniel Frits Tetap Bebas Setelah MA Menolak Kasasi
Banyak perempuan yang tidak lagi menganggap pernikahan sebagai sebuah kewajiban sehingga menikmati hidup sendiri menjadi pilihan banyak orang.
Terlebih maraknya kasus pembunuhan dan kekerasan yang dilakukan suami terhadap istri.
Juga adanya fenomena "fatherless" atau tidak merasakan sosok ayah sebagaimana harusnya yang diterima anak.
Para perempuan semakin bijak dalam memilih pasangan dan ayah masa depan bagi anak-anak mereka.
Meskipun kebanyakan perempuan hanya ingin memiliki laki - laki yang mempunyai sikap dasar manusia, seperti tidak melakukan kekerasan dan bertanggung jawab.
Namun nyatanya sikap dasar manusia tersebut merupakan hal langka yang tidak bisa ditemui disetiap laki-laki.