INSIBERNEWS – Kehidupan nyata ternyata tidak seindah di drama Korea, begitulah kenyataan yang telah banyak disadari.
Drama korea sering kali menyajikan tontonan sosok laki-laki yang memperlakukan perempuannya dengan baik. Namun, ternyata hal tersebut berbanding 180° dengan laki-laki Korea Selatan kebanyakan.
Laki-laki Korea Selatan dikenal dengan patriarki yang cukup tinggi dan sangat menentang gerakan feminisme yang dilakukan di Korea Selatan.
Baca Juga: Wajib Tahu! Mulai Bulan Ini Dana Pensiun Tidak Bisa Cair 100 Persen Sebelum 10 Tahun
Tidak hanya berhenti dipatriarki, Korea Selatan menghadapi banyak kasus kekerasan pada perempuan yang datang silih berganti.
Hal tersebut banyak terjadi pada perempuan yang dilakukan oleh pasangan mereka sendiri, baik itu hubungan pernikahan maupun pacaran.
Beberapa tahun belakangan juga terjadi banyak kasus besar dengan banyak perempuan menjadi korban.
Seperti kasus yang paling banyak mendapat sorotan dan kritikan dunia, Nth Room.
Nth Room merupakan kasus pidana yang melibatkan pemerasan, penjualan manusia, perdagangan video porno, dan penyebaran video eksploitasi seksual dengan telegram sebagai basisnya.
Selain Nth Room, Burning Sun juga merupakan salah satu puncak kejengahan perempuan Korea Selatan dengan kejahatan yang dilakukan terhadap para perempuan.
Jumlah korban lebih dari ratusan perempuan, dengan rentan umur tidak terbatas yang ikut melibati anak dibawah umur.
Hal itu menampilkan ketidakamanan negara Korea Selatan bagi kaum perempuan.