INSIBERNEWS - Mahfud MD melalui akun X resminya menanggapi penangkapan tiga hakim PN Surabaya yang membebaskan Ronald Tannur dari kasus pembunuhan kekasihnya.
Dalam tweet-nya, Mahfud menyampaikan dukungan penuh terhadap Kejaksaan Agung yang telah menangkap ketiga hakim tersebut.
Menurutnya, penangkapan ini merupakan langkah penting dalam menegakkan hukum yang adil di Indonesia.
Baca Juga: Dampak dan Kekhawatiran Kolaborasi Militer dan Mahasiswa di Proyek Pangan Food Estate Papua
"Bravo untuk Kejaksaan Agung yang telah menangkap tiga hakim di PN Surabaya yang membebaskan Ronald Tannur dari dakwaan pembunuhan keji terhadap kekasihnya," tulis Mahfud.
Ia menambahkan bahwa masyarakat sempat mencurigai adanya suap dalam putusan bebas tersebut, mengingat bukti yang diajukan oleh jaksa sudah cukup kuat.
Mahfud juga menyinggung Ketua PN Surabaya yang sebelumnya membela keputusan majelis hakim tersebut.
"Ketua PN Surabaya juga membela mati-matian bahwa putusan atas Tannur itu sudah benar. Ternyata penilaian Ketua PN itu salah, perlu juga diperiksa," lanjut Mahfud.
Pernyataan ini memicu reaksi keras dari netizen. Salah satunya, akun @danielht2009, menyuarakan desakan agar Ketua PN Surabaya turut diperiksa secara intensif.
"Ketua PN Surabaya yang membela mati-matian 3 hakim jahat tersebut juga harus diperiksa intensif! Sangat tak wajar, putusan yang tidak waras justru dia bela sedemikian. Sangat patut diduga ada uang di baliknya," tulisnya.
Kasus Ronald Tannur yang membebaskan putra seorang anggota DPR dari dakwaan pembunuhan sempat mengguncang publik dan menimbulkan banyak spekulasi mengenai dugaan suap dan penyalahgunaan kekuasaan di lembaga peradilan.
Kini, dengan ditangkapnya ketiga hakim tersebut, publik menantikan kelanjutan dari kasus yang dianggap sebagai ujian besar bagi integritas sistem hukum di Indonesia.