INSIBERNEWS - Sejak konflik di Gaza, Lebanon, dan ketegangan dengan Iran meningkat, sejumlah besar warga Israel memilih untuk meninggalkan negara mereka.
Menurut laporan terbaru dari The Jerusalem Post pada (14/10/2024), sekitar 40.600 orang Israel telah beremigrasi dalam tujuh bulan pertama tahun ini.
Data menunjukkan bahwa rata-rata sekitar 5.200 orang meninggalkan Israel setiap bulan pada periode Januari hingga Mei.
Namun, angka ini melonjak menjadi sekitar 7.300 orang per bulan pada bulan Juni dan Juli, mencerminkan peningkatan signifikan dalam keinginan untuk pergi dari negara asal.
Penting untuk dicatat bahwa Biro Statistik Pusat Israel baru-baru ini melakukan pembaruan metode penghitungan yang lebih akurat untuk merekam keberangkatan dan kepulangan warga, dengan mengadopsi standar internasional dalam pengukuran emigrasi.
Baca Juga: Demi Buktikan Dugaan Nikita Telantarkan Lolly, Pengacara Vadel Siapkan Dua Saksi
Perubahan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai mobilitas warga Israel di tengah situasi yang semakin tidak menentu.
Dengan meningkatnya angka emigrasi ini, pertanyaan besar muncul tentang dampak jangka panjang terhadap masyarakat Israel dan bagaimana situasi geopolitik akan mempengaruhi mereka yang memilih untuk tetap tinggal.