Hingga kemudian perkumpulan tersebut menjadi ormas besar yang diikuti oleh lebih dari 1 juta orang.
Selanjutnya sejumlah anak muda dari perkumpulan tersebut kemudian bertemu di pabrik saat mereka sama-sama menjadi WNI di Jepang.
Baca Juga: Key SHINee Umumkan Bakal Comeback Dengan Mini Album Baru September Ini!
Sejumlah insiden yang mereka lalukan melibatkan perilaku yang dianggap tidak sesuai dengan norma sosial Jepang, seperti kebisingan di tempat umum, tindakan yang merugikan, atau pelanggaran hukum lokal.
Kehadiran WNI yang terlibat dalam insiden semacam ini berpotensi menimbulkan stereotip negatif terhadap komunitas Indonesia di Jepang.
Hal ini penting karena dapat memengaruhi citra serta hubungan antarwarga negara, serta memperumit integrasi sosial.***