news

Manipulasi Politik Penguasa Jelang Pilkada Jakarta, Pakar Hukum Tata Negara : Sontoloyo!

Kamis, 15 Agustus 2024 | 13:52 WIB
Penguasa dicap sontoloyo oleh Pakar Hukum Tata Negara karena manipulasi politik jelang Pilkada Jakarta (YouTube Refly Harun)

“Saya mendengar tidak ada kotak kosong, ada calon independen juga yang siap bertanding. Tetap ada alternatif pilihan di masyarakat, ujar Saleh ya,” kata Refly Harun membacakan sepotong berita.

“Wedus! Hehehe Sontoloyo ya!” ucap Refly Harun.

Baca Juga: Cak Imin Serukan Copot Kepala BPIP Atas Larangan Hijab, Sementara Kasetpres tegaskan Hijab Tetap Dipakai di IKN

Dalam pembahasannya, Refly Harun menjelaskan bahwa penguasa dengan sengaja meloloskan calon independen yang akan menjadi lawan boneka.

“Taktik lama dipakai, yaitu lawan Koko (kotak kosong) dihindari kemudian calon independen akan dimenangkan. Bukan dimenangkan, diloloskan ya,” ungkap Refly Harun.

Refly Harun mengungkapkan bahwa sebenarnya taktik ini sudah pernah diterapkan sebelumnya, yaitu pada saat Gibran Rakabuming mencalonkan diri menjadi Walikota Solo.

Baca Juga: Demi Alasan Seragam, BPIP Wajibkan Paskibraka Lepas Jilbab Lalu Tanda Tangan di Atas Materai

“Nah rupanya seperti di Solo, Pilwak (pilihan walikota) ketika Gibran maju 2020-2021, maka seandainya lawan kotak kosong jangan-jangan menang kotak kosong seperti di Makassar,” kata Refly Harun.

Kotak kosong dihindari karena bisa jadi kotak kosong justru akan memenangkan pemilihan ketika masyarakat tidak menyukai calon yang diback up oleh penguasa.

Ketika Gibran Rakabuming mencalonkan diri menjadi Walikota Solo, semua partai diborong untuk mendukungnya kecuali PKS.***

Halaman:

Tags

Terkini