“Saya mendengar tidak ada kotak kosong, ada calon independen juga yang siap bertanding. Tetap ada alternatif pilihan di masyarakat, ujar Saleh ya,” kata Refly Harun membacakan sepotong berita.
“Wedus! Hehehe Sontoloyo ya!” ucap Refly Harun.
Dalam pembahasannya, Refly Harun menjelaskan bahwa penguasa dengan sengaja meloloskan calon independen yang akan menjadi lawan boneka.
“Taktik lama dipakai, yaitu lawan Koko (kotak kosong) dihindari kemudian calon independen akan dimenangkan. Bukan dimenangkan, diloloskan ya,” ungkap Refly Harun.
Refly Harun mengungkapkan bahwa sebenarnya taktik ini sudah pernah diterapkan sebelumnya, yaitu pada saat Gibran Rakabuming mencalonkan diri menjadi Walikota Solo.
Baca Juga: Demi Alasan Seragam, BPIP Wajibkan Paskibraka Lepas Jilbab Lalu Tanda Tangan di Atas Materai
“Nah rupanya seperti di Solo, Pilwak (pilihan walikota) ketika Gibran maju 2020-2021, maka seandainya lawan kotak kosong jangan-jangan menang kotak kosong seperti di Makassar,” kata Refly Harun.
Kotak kosong dihindari karena bisa jadi kotak kosong justru akan memenangkan pemilihan ketika masyarakat tidak menyukai calon yang diback up oleh penguasa.
Ketika Gibran Rakabuming mencalonkan diri menjadi Walikota Solo, semua partai diborong untuk mendukungnya kecuali PKS.***
Artikel Terkait
Jajaran ASN Agar Menjaga Netralitas di Pilkada Jakarta, Pesan Walikota Jakarta Selatan
Pilkada Jakarta 2024 Terancam Lawan Kotak Kosong, Begini Tanggapan PDIP
Pilkada Jakarta 2024 Tak Jadi Lawan Kotak Kosong, Istana Siapkan Lawan Boneka?
Taktik Licik Penguasa Kembali Diluncurkan pada Pilkada Jakarta 2024, Apa Itu?
Pecah dengan Anies Baswedan Sebelum Pilkada Jakarta, PKS Dinilai Ingin Enaknya Saja