TNI AD juga mengetahui aksi heroik Joni saat memanjat tiang dan menyambungkan bendera yang terputus dalam upacara 17 Agustus 2018 lalu hingga mendapatkan sejumlah penghargaan.
Joni tercatat dengan nama Yohanes Ande Kala yang lahir di Halimuti berumur 19 tahun dengan tinggi badan 155,8 cm.
Kristomei menjelaskan, dalam penghargaan tersebut tidak dituliskan syarat bahwa Joni harus diterima menjadi anggota TNI. Dalam kondisi tersebut, panitia seleksi pun mengikuti syarat yang telah ditetapkan.
Meski demikian, Joni masih punya peluang untuk kembali mengikuti tes TNI di waktu depan. Untuk diketahui, tes Caba PK TNI dapat diikuti seorang WNI hingga batas usia 22 tahun.