INSIBERNEWS – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan sejumlah aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat, Selasa (1/9/2026).
Pertemuan tersebut diikuti sekitar 25 aktivis AMPB. Salah satu yang hadir adalah Supriyono alias Botok, sosok yang sebelumnya dikenal aktif dalam gerakan AMPB.
Botok mengungkapkan, pertemuan itu berawal dari undangan yang disampaikan melalui sekretaris pribadi Dedi Mulyadi. Ia mengaku mendapat kabar bahwa Dedi ingin berdiskusi langsung dengan para aktivis AMPB.
"Saya dihubungi sekretaris pribadi Kang Dedi Mulyadi (KDM). Menyampaikan kalau bapak KDM ingin bertemu teman-teman AMPB," ujar Botok, Rabu (2/9/2026).
Undangan tersebut langsung disambut positif. Untuk memfasilitasi perjalanan rombongan, sekretaris pribadi Dedi Mulyadi bahkan mengirimkan dua mobil elf ke Pati.
Botok mengatakan kendaraan tersebut sudah berada di kediamannya sejak Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Rombongan kemudian berangkat menuju Subang sekitar pukul 09.00 WIB.
Baca Juga: Sah! DPR Resmikan Jabatan Destry Damayanti Sebagai Gubernur Bank Indonesia hingga 2030
Perjalanan dari Pati membuat rombongan baru tiba di Lembur Pakuan sekitar pukul 16.00 WIB. Tak lama setelah itu, pertemuan dengan Dedi Mulyadi digelar.
Menurut Botok, pertemuan berlangsung sekitar 30 menit. Dalam kesempatan tersebut, aktivis AMPB menyampaikan sejumlah aspirasi, termasuk mengenai pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
Botok menyebut AMPB ingin terus mengawal proses pembahasan RUU tersebut bersama berbagai pihak.
Baca Juga: Gencatan Senjata Terkoyak, Serangan Udara AS di Iran Kembali Makan Korban Jiwa Warga Sipil
"Kami menyampaikan kita kawal sama-sama isi draf RUU Perampasan Aset," kata Botok.
Dari pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi disebut memberikan apresiasi terhadap perjuangan yang dilakukan para aktivis AMPB. Ia juga berpesan agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu yang dinilai dapat mengganggu perjuangan kelompok tersebut.