news

Gara-gara Tak Ada Makanan, Ayah Kandung Curhat Pernah Dipukul dengan Kayu oleh Taufik Hidayat

Kamis, 25 Juni 2026 | 14:31 WIB
Ayah Taufik Hidayat ungkap sikap kasar anaknya sejak kecil (Dok. YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL)

INSIBERNEWS - Sisi gelap kehidupan masa lalu Taufik Hidayat (30), pria yang kini berstatus tersangka atas kasus penganiayaan dan penyekapan terhadap wanita berinisial YTR (29), kian benderang di mata publik.

Perangai buruk sang anak dibongkar langsung oleh ayah kandungnya sendiri, Tata, yang mengakui bahwa putra biologisnya itu memang memiliki watak temperamental ekstrem yang sulit dikontrol sejak usia belia.

Kisah memilukan dari dalam internal keluarga tersebut terkuak saat Tata berkesempatan melakukan tatap muka secara langsung dengan mantan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Modus Minta Pijat pada Santriwati, Pengasuh Ponpens di Semarang jadi Tersangka Kasus Pencabulan

Dalam obrolan yang berlangsung emosional tersebut, pria paruh baya ini mengenang kembali momen menyakitkan ketika dirinya menjadi korban kekerasan fisik yang dilakukan oleh darah dagingnya sendiri.

"Pernah dipukul kepala pakai kayu," Tutur Tata lirih membuka luka lama yang membekas di kepalanya akibat tindakan agresif sang anak.

Ketika Dedi Mulyadi mendalami lebih lanjut mengenai latar belakang peristiwa tersebut, Tata menceritakan bahwa insiden itu bermula dari perkara pemenuhan kebutuhan isi perut yang tergolong sepele.

"Lagi di rumah lagi nganggur dia (Taufik), mau makan nggak ada ikannya," Ujar Tata sebagaimana dikutip dari tayangan di kanal YouTube Dedi Mulyadi Channel, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga: Cekcok Ongkos Perjalanan Berujung Maut, Pria di Pati Bunuh Sahabatnya lalu Dibuang ke Embung

Hanya karena emosi sesaat akibat tidak tersedianya lauk pauk di meja makan, Taufik yang kala itu sedang menganggur nekat mendatangi ayahnya yang tengah memeras keringat di ladang sawah dan langsung melayangkan hantaman benda tumpul.

Beruntung, aksi penganiayaan yang menyasar orang tua itu tidak berlanjut lebih fatal karena situasi di sekitar area persawahan kebetulan sedang ramai oleh aktivitas bertani warga lainnya.

Tata menceritakan bahwa upaya Taufik untuk melayangkan pukulan susulan yang kedua kalinya berhasil digagalkan setelah beberapa rekan sesama buruh tani sigap melerai dan melindungi dirinya.

"Untung saya ada teman macul dua orang ditolong. Mau dipukul lagi, dihalangi," Imbuh Tata mengingat jasa para tetangganya yang menyelamatkan nyawanya malam itu.

Baca Juga: Voting Logo HUT ke-81 RI Resmi Dibuka, 300 Hadiah dan Undangan Upacara di Istana Menanti

Halaman:

Tags

Terkini