news

Langkah Mantap Menuju Swasembada, Indonesia Resmi Hentikan Impor Beras, Jagung, dan Gula

Rabu, 24 Juni 2026 | 13:39 WIB
Ilustrasi Beras (Photo : Getty Images/iStockphoto)

INSIBERNEWS - Pemerintah Indonesia menorehkan catatan gemilang dalam sektor ketahanan pangan nasional setelah berhasil memutus rantai ketergantungan pasokan dari luar negeri.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menegaskan bahwa negara kini telah menghentikan impor untuk sejumlah komoditas pangan krusial yang selama ini menjadi andalan konsumsi masyarakat sehari-hari.

Capaian monumental ini dinilai sebagai buah manis dari kerja keras para petani lokal serta kebijakan sektor agraria yang mulai tepat sasaran.

Baca Juga: Prabowo Singgung soal Demo Bayaran, Klaim Kantongi Identitas Pihak Pendana Aksi

Komoditas pokok seperti beras, jagung, hingga gula yang sebelumnya rutin didatangkan dari berbagai negara jiran, kini sepenuhnya mampu dipenuhi oleh hasil produksi dari dalam negeri sendiri.

“Enggak impor pangan lagi, enggak impor beras lagi, enggak impor jagung lagi, enggak impor gula lagi. Itu kita syukuri, sembari kita juga secara perlahan kita perbaiki apa yang memang harus kita perbaiki,” tutur Sudaryono dengan penuh optimisme saat memberikan keterangan resmi kepada awak media pada Rabu (24/6/2026).

Meski menyambut positif keberhasilan ini, ia menegaskan bahwa jajaran Kementerian Pertanian tidak akan cepat berpuas diri dan berkomitmen untuk terus mematangkan cetak biru swasembada agar berjalan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Setelah Buron, Taufik Hidayat Ditangkap Polda Jabar Terkait Dugaan Penganiayaan Kekasih di Bandung

Langkah penguatan yang tengah dikejar pemerintah berfokus pada pemerataan fasilitas produksi di seluruh pelosok wilayah nusantara tanpa ada ketimpangan regional.

Salah satu misi besarnya adalah menyulap potensi agrikultur di kawasan Indonesia Timur, khususnya Papua, agar memiliki kualitas dan produktivitas yang setara dengan pulau-pulau lainnya.

“Misalnya kita bagaimana membangun pertanian yang baik, sebaik pertanian yang di tempat lain, di Papua. Membangun pertanian di Papua sebagus pertanian di provinsi lain. Irigasi kita perbaiki, kepastian benih yang baik dan berkualitas kita pastikan dan seterusnya,” tambah Wamentan merinci agenda perbaikan infrastruktur.

Baca Juga: Tragis! PMI Asal Aceh dan Bayinya Meninggal di Malaysia, Diduga Dibunuh Karena Motif Utang

Melalui optimalisasi sarana pengairan serta jaminan penyaluran bibit unggul, pemerintah optimis struktur pertanian domestik akan semakin tangguh dalam menghadapi tantangan krisis pangan global di masa depan.***

Tags

Terkini