Korban Tewas Gempa 7,4M Kolombia Tambah Jadi 265 Nyawa, Ratusan Lainnya Masih Tertimbun Reruntuhan

Photo Author
- Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:57 WIB
Gempa Bumi Kolombia Tewaskan Rtausan Orang (Reuters)
Gempa Bumi Kolombia Tewaskan Rtausan Orang (Reuters)
INSIBERNEWS - Kolombia tengah diselimuti duka mendalam setelah gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,4 memporak-porandakan sebagian besar wilayahnya pada Senin (10/8/2026) pagi.
 
Guncangan hebat yang berpusat di kawasan Choco ini tidak hanya meluluhlantakkan bangunan dan infrastruktur setempat, tetapi efek rambatannya juga terasa kuat hingga melintasi batas wilayah negara-negara tetangga.
 
Bencana alam ini seketika mengubah rutinitas pagi warga menjadi kepanikan yang luar biasa di tengah upaya penyelamatan diri.

Skala kerusakan dan jumlah korban terus menunjukkan tren yang memprihatinkan seiring berjalannya operasi evakuasi intensif di lapangan.
 
Berdasarkan pembaruan data yang dirilis oleh otoritas tingkat tinggi setempat, tragedi tektonik ini telah merenggut setidaknya 265 nyawa penduduk. Sementara itu, tercatat sebanyak 3.494 orang menderita luka-luka dan 496 warga lainnya masih dinyatakan hilang, memicu pengerahan operasi pencarian gabungan secara besar-besaran.
 

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa angka ini melonjak cukup tajam jika disandingkan dengan laporan awal yang sebelumnya dirilis oleh asosiasi ibu kota daerah Kolombia.
 
Pada pendataan tahap pertama tersebut, angka kematian tercatat berada di titik 241 orang, dengan korban luka sebanyak 1.762 orang serta 279 warga dilaporkan belum ditemukan.
 
Lonjakan drastis pada pembaruan terkini ini mencerminkan betapa meluas dan destruktifnya dampak guncangan di area-area permukiman yang padat.

Menanggapi eskalasi krisis darurat ini, Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella, langsung turun tangan memberikan keterangan resmi kepada publik.
 
Dalam sebuah siaran khusus yang ditayangkan secara nasional melalui stasiun televisi Caracol, sang presiden memaparkan detail data terbaru dengan nada penuh keprihatinan.
 
Ia menegaskan bahwa pemerintah menaruh fokus penuh dan tidak akan menghentikan operasi evakuasi sampai nasib para korban yang hilang menemui titik terang.
 

"Kami mencatat 53.816 orang dalam 25.872 keluarga terdampak gempa. Sayangnya, 265 orang tewas, 3.494 orang terluka, dan jumlah korban yang hilang meningkat drastis mencapai 496 orang. Upaya kami saat ini difokuskan untuk mencari mereka yang hilang,"

Lebih lanjut, kehancuran infrastruktur sipil akibat bencana ini sungguh melumpuhkan berbagai sektor vital.
 
Presiden merinci bahwa setidaknya 53.816 rumah warga dan 140 gedung hancur tak bersisa akibat guncangan.
 
Selain itu, fasilitas publik yang ikut rusak parah mencakup 1.819 institusi pendidikan, 631 pusat komunitas, 179 fasilitas kesehatan, 20 jembatan tol, 203 jalan raya, 44 instalasi air bersih, hingga lima bandar udara yang kini operasionalnya terganggu.

Di tengah situasi darurat yang mendesak ini, solidaritas global mulai mengalir deras untuk menyokong proses pemulihan di negara Amerika Selatan tersebut.
 
 
Berbagai lembaga kemanusiaan dan tim penyelamat internasional bersiap mengirimkan bantuan logistik serta personel tambahan guna mempercepat proses penyisiran di area reruntuhan.
 
Seluruh elemen masyarakat Kolombia kini saling bergandengan tangan, berdoa agar keajaiban masih berpihak pada ratusan nyawa yang terjebak di balik puing-puing bangunan.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X