Cuan Gede! Produk Cokelat dan Arang RI Tembus Pasar Timur Tengah Senilai Rp3,5 Miliar

Photo Author
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:40 WIB
Produk Cokelat RI tembus Pasar Timur Tengah (Dok. Kiosk Cokelat)
Produk Cokelat RI tembus Pasar Timur Tengah (Dok. Kiosk Cokelat)
INSIBERNEWS - Kabar membanggakan datang dari sektor perdagangan internasional Indonesia. Komoditas lokal berupa produk cokelat bubuk dan kepingan arang karbon aktif secara gemilang berhasil mencatatkan namanya di kancah global, khususnya merambah pasar potensial di kawasan Jazirah Arab.
 
Keberhasilan penetrasi ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas barang olahan dalam negeri memiliki standar tinggi dan tak kalah bersaing dengan produk andalan dari negara-negara lain.

Langkah ekspansi dagang ini ditandai secara resmi lewat penandatanganan nota kesepahaman atau kesepakatan bisnis yang bernilai cukup fantastis, yakni menyentuh angka USD 197.305 atau jika dirupiahkan setara dengan Rp3,5 miliar.
 
Perjanjian strategis tersebut diteken secara langsung oleh Managing Director PT Visi Indonesia Parama, Lukman Nurjaman, bersama dengan perwakilan pembeli yakni Managing Director Bassam Salem Abdullah Fotis Company, Bassam Salem. Momen bersejarah bagi industri lokal ini diselenggarakan di Kota Bandung, Jawa Barat, pada Senin (10/8/2026).
 

Menanggapi pencapaian cemerlang tersebut, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional di bawah naungan Kementerian Perdagangan (Kemendag) turut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya.
 
Pemerintah menilai kesepakatan dagang ini bukan hanya sekadar hitungan laba di atas kertas, melainkan sebuah tonggak pembuktian terkait keunggulan daya saing industri manufaktur serta pengolahan hasil bumi Indonesia di mata para pembeli kelas dunia.

"Kerja sama bisnis antara PT Visi Indonesia Parama dan Bassam Salem Abdullah Fotis Company menunjukkan bahwa kemampuan produksi dan kualitas produk Indonesia sudah mumpuni untuk bersaing di pasar internasional. Kami harap, kesepakatan bisnis yang ditandatangani hari ini adalah awal yang baik untuk komoditas unggulan Indonesia di pasar Timur Tengah," papar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (11/8/2026).
 

Di balik kemulusan transaksi ekspor ini, tentu terdapat campur tangan aktif dan tak kenal lelah dari jajaran Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Jeddah. Kepala ITPC Jeddah, Bagas Haryotejo, membeberkan bahwa produk-produk Tanah Air terbukti masih memiliki daya pikat yang tangguh di mata investor asing.
 
Keberhasilan ini terasa semakin istimewa karena dicapai justru ketika situasi geopolitik dan ancaman konflik di wilayah Timur Tengah sedang memanas, membuktikan bahwa diplomasi ekonomi Indonesia tetap berjalan efektif.

"ITPC mendorong agar setiap kegiatan business matching menghasilkan tindak lanjut yang konkret. Kunjungan buyer ke fasilitas produksi merupakan langkah untuk membangun kepercayaan, menyesuaikan kualitas produk secara langsung sesuai dengan permintaan buyer, sekaligus mempercepat realisasi transaksi," jelas Bagas menerangkan taktik jitu dalam meyakinkan mitra dagang asing tersebut.
 

Lebih jauh lagi, ekspansi komoditas lokal ke Timur Tengah ini diyakini bakal memicu efek domino yang sangat positif bagi perekonomian akar rumput.
 
Kesuksesan transaksi miliaran rupiah yang dicetak oleh PT Visi Indonesia Parama diharapkan mampu melecut semangat pantang menyerah bagi para pelaku usaha lainnya agar terus berinovasi, merapikan standar mutu produksi, hingga akhirnya ikut membanjiri pasar global dengan mahakarya buatan putra-putri bangsa.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X