news

Tragis! PMI Asal Aceh dan Bayinya Meninggal di Malaysia, Diduga Dibunuh Karena Motif Utang

Selasa, 23 Juni 2026 | 14:39 WIB
Ilustrasi Jenazah (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Awan duka kelam menggelayuti bumi Serambi Mekah menyusul kabar duka yang menimpa seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Gampong Alur Manis, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Perempuan muda bernama Putri Hensy Aprilda (22) bersama buah hatinya yang baru lahir beberapa hari dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindakan kekerasan fatal di kawasan Sepang, Selangor, Malaysia.

Baca Juga: MIRIS! Tak Mau Diceraikan, Ibu Kandung di Cianjur Tega Korbankan Anaknya untuk Layani Ayah Tiri

Aparat Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) dilaporkan bergerak taktis dan berhasil membekuk seorang wanita warga setempat yang diduga kuat menjadi pelaku utama di balik pembunuhan berdarah pada 3 Juni 2026 tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan awal dari KBRI Kuala Lumpur, perselisihan berujung maut ini disinyalir kuat dipicu oleh masalah piutang finansial di antara mereka.

"Dari informasi yang kami terima melalui KBRI Kuala Lumpur, pelaku diduga seorang perempuan warga Malaysia," ungkap Anggota DPD RI asal Aceh, Haji Uma, saat memberikan keterangan resmi kepada publik, Selasa (23/6/2026).

Ia menambahkan bahwa tersangka penyerangan yang diamankan sejak 19 Juni lalu kini tengah menghadapi ancaman hukuman maksimal berupa penalti mati atau kurungan seumur hidup sesuai dengan hukum yurisdiksi Malaysia.

Baca Juga: Prabowo Tak Mau Ada Lagi Mati Lampu, PLN Diminta Bergerak Cepat Benahi Sistem Kelistrikan

Penemuan jasad sang bayi sempat menyita perhatian warga sekitar yang menemukannya dalam kondisi memprihatinkan sebelum akhirnya dievakuasi ke Rumah Sakit Shah Alam.

Guna melacak keberadaan keluarga inti korban di Indonesia, tim gabungan internasional dari Pusident Bareskrim Polri dan Atase Kepolisian KBRI Kuala Lumpur terus mencocokkan data identitas autentik korban.

"Pelakunya sudah berhasil diamankan pada 19 Juni 2026 dan sedang menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku di Malaysia," imbuh Haji Uma mengapresiasi kinerja cepat kepolisian jiran. Saat ini, koordinasi intensif terus digalang bersama Penjabat Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, demi mempersiapkan kedatangan jenazah Putri Hensy yang masih disemayamkan di Rumah Sakit Serdang.

Baca Juga: Heboh Kasus Wanita Disekap dan Disiksa Tiga Tahun, DPR dan Menteri PPPA Turun Tangan

Langkah pemulangan kedua jasad korban ke kampung halaman membutuhkan dana operasional kemanusiaan yang cukup besar, yakni ditaksir mencapai Rp36 juta. Demi meringankan beban tersebut, jaringan masyarakat Aceh di perantauan bergerak cepat menggalang donasi sukarela melalui wadah solidaritas Grup Aceh Bersatu dan Grup Aceh Meutuah di Malaysia.

Pihak otoritas diplomatik Indonesia menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat jalannya persidangan di Malaysia agar keadilan bagi almarhumah dan bayinya dapat ditegakkan secara objektif. Pendampingan psikologis dan pengurusan logistik pemakaman di tanah air juga terus dimatangkan oleh perangkat desa adat setempat bersama perwakilan keluarga.***

 

Tags

Terkini