INSIBERNEWS – Tengah ramai terkait dugaan pemberian uang kepada sejumlah mahasiswa yang bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada aksi demo belum lama ini.
Kontroversi ini mencuat setelah beredarnya video dan siaran langsung yang menampilkan pengakuan sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK).
Dalam tayangan tersebut, Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdimaludin, mengakui telah menerima uang sebesar Rp20 juta yang kemudian dibagikan kepada beberapa rekannya.
Baca Juga: Di Tengah Konflik, Timnas Iran Tinggalkan Pesan Perdamaian di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Dalam pengakuannya, Abdimaludin menyebut uang tersebut diberikan oleh pihak kepolisian dengan tujuan agar mahasiswa tidak ikut melakukan aksi demonstrasi di depan Istana Negara.
Pengakuan itu memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa UBK. Mereka menilai tindakan tersebut mencederai integritas organisasi kemahasiswaan dan menuntut para pengurus BEM yang terlibat untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Menanggapi kabar yang ramai beredar di media sosial tersebut, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto menyatakan akan melakukan pengecekan untuk memastikan kebenaran informasi yang berkembang.
Saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026), Bambang mengaku belum mengikuti secara detail perkembangan kasus tersebut. Namun, ia memastikan akan memantau dan menelusuri informasi yang beredar.
"Saya akan cek kembali informasi tersebut. Nanti saya monitor terlebih dahulu," ujarnya kepada wartawan.
Pertemuan Mahasiswa dengan Gibran di Istana Wakil Presiden
Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima 15 perwakilan mahasiswa di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada 15 Juni 2026. Pertemuan tersebut berlangsung setelah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda.
Dalam dialog tersebut, Gibran menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat. Ia juga mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam sejumlah program pemerintah yang perlu diperbaiki bersama.
Baca Juga: Sempat Ditangkap, Roy Suryo dan dr Tifa Lolos Penahanan, Kejari Jaksel Wajibkan Lapor Setiap Pekan
Menurut Gibran, ruang dialog menjadi salah satu cara untuk menyerap aspirasi publik sekaligus menyempurnakan berbagai kebijakan nasional.