news

Usai Damai dengan AS, Khamenei Tegaskan Iran Tak Akan Tunduk pada Tekanan Trump

Jumat, 19 Juni 2026 | 15:02 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei (Dok. TASNIM NEWS AGENCY)

INSIBERNEWS - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, akhirnya angkat bicara terkait nota kesepahaman yang baru saja disepakati antara Iran dan Amerika Serikat.

Dalam pernyataan resminya, Khamenei menegaskan bahwa keputusan untuk menyetujui perjanjian tersebut diambil demi kepentingan bangsa Iran, bukan karena tekanan dari pihak mana pun.

Pernyataan itu disampaikan pada Kamis (18/6/2026) dan segera menjadi perhatian dunia internasional.

Baca Juga: Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tuai Protes, Refly Harun: Penyidik Polda Metro Jaya Tidak Profesional

Khamenei mengakui bahwa sejak awal dirinya memiliki pandangan berbeda terkait proses negosiasi dengan Washington, namun pada akhirnya memberikan persetujuan setelah menerima jaminan dari pemerintah Iran.

"Bangsa Iran yang penuh semangat dan setia, seperti yang telah Anda ketahui, sebuah nota kesepahaman telah ditandatangani antara presiden Iran dan Amerika," ujar Khamenei dalam pesan yang dirilis kepada publik.

Baca Juga: Kasus Tudingan Ijazah Jokowi Masuk Babak Baru, Roy Suryo dan Dokter Tifa Resmi Ditahan

Ia menilai para pejabat Iran telah bekerja keras dengan itikad baik untuk mencapai kesepakatan tersebut.

Menurutnya, justru Amerika Serikat yang berada dalam posisi sulit sehingga menggunakan berbagai pendekatan politik dan diplomasi agar perundingan dapat segera terlaksana.

"Dalam proses mencapai tahap ini, para pejabat, dengan penuh belas kasih dan niat baik, telah melakukan banyak upaya, dan tentu saja presiden AS-lah yang, karena putus asa, menggunakan berbagai titik tawar untuk tujuan ini," lanjutnya.

Baca Juga: Misteri Kematian Lansia di Taman Pramuka Tangerang, Ditemukan Terikat Kawat dan Sudah Membusuk

Nota Kesepahaman atau MoU yang ditandatangani secara jarak jauh oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump memuat sejumlah poin penting.

Di antaranya penghentian permanen permusuhan, pencabutan blokade angkatan laut AS dalam 30 hari, pembukaan kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz, hingga rencana rekonstruksi bernilai sedikitnya 300 miliar dolar AS.

Meski demikian, Khamenei menegaskan bahwa kesepakatan ini bukan berarti Iran akan menerima seluruh tuntutan Washington.

Halaman:

Tags

Terkini