news

Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Kenaikan Harga Resmi Berlaku Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 12:24 WIB
Ilustrasi SPBU Pertamina. (ANTARA)

INSIBERNEWS - Kabar kurang menggembirakan datang bagi pengguna bahan bakar nonsubsidi. PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga sejumlah produk BBM mulai Rabu (10/6/2026), dengan kenaikan paling mencolok terjadi pada Pertamax dan Pertamax Green 95.

Berdasarkan daftar harga terbaru, Pertamax (RON 92) kini dibanderol Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter.

Sementara Pertamax Green 95 naik menjadi Rp17.000 per liter setelah sebelumnya dijual Rp12.900 per liter. Penyesuaian ini berlaku di seluruh wilayah yang mengikuti kebijakan harga nasional Pertamina.

Baca Juga: Gelombang PHK Kian Mengkhawatirkan, DPR Minta Perlindungan Pekerja Diperkuat

Kenaikan harga tersebut membuat banyak pengguna kendaraan pribadi mulai menghitung ulang pengeluaran bahan bakar mereka.

Pasalnya, selisih harga yang cukup besar diperkirakan akan berdampak langsung terhadap biaya operasional harian, terutama bagi masyarakat yang rutin menggunakan kendaraan untuk bekerja maupun beraktivitas.

Meski Pertamax dan Pertamax Green mengalami kenaikan, beberapa produk BBM nonsubsidi lainnya masih bertahan pada harga sebelumnya. Pertamax Turbo tetap dijual Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter tanpa perubahan.

Baca Juga: Waduh! KPK Ungkap ada Nama Raffi Ahmad Muncul dalam Penyidikan Korupsi Bea Cukai

Pertamina menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari perkembangan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, hingga biaya pengadaan dan distribusi energi.

Mekanisme tersebut memang menjadi bagian dari sistem penetapan harga untuk produk yang tidak mendapatkan subsidi pemerintah.

Di sisi lain, pemerintah belum mengubah harga BBM bersubsidi. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi tetap berada di angka Rp6.800 per liter. Keputusan ini dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih berlangsung.

Baca Juga: Chef Arnold Diajak Benahi Program MBG, BGN Siapkan Standar Baru untuk Ribuan Dapur

Dengan kenaikan harga BBM nonsubsidi ini, sejumlah kalangan memperkirakan akan terjadi pergeseran konsumsi bahan bakar di SPBU.

Sebagian pengguna kendaraan diperkirakan mulai mempertimbangkan alternatif bahan bakar lain yang lebih terjangkau, sementara pelaku usaha transportasi dan logistik akan mencermati dampaknya terhadap biaya operasional dalam beberapa waktu ke depan.***

Tags

Terkini