Selat Hormuz Memanas! RI Jalin Komunikasi dengan Iran, Dua Kapal Pertamina Segera Diharapkan Keluar

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:51 WIB
Selat Hormuz Memanas! RI Jalin Komunikasi dengan Iran, Dua Kapal Pertamina Segera Diharapkan Keluar (Ilustrasi/istimewa )
Selat Hormuz Memanas! RI Jalin Komunikasi dengan Iran, Dua Kapal Pertamina Segera Diharapkan Keluar (Ilustrasi/istimewa )

INSIBERNEWS - Pemerintah Indonesia terus bergerak cepat dalam menghadapi tantangan geopolitik global yang berdampak pada sektor energi nasional. Salah satu fokus utama saat ini adalah upaya membebaskan kapal tanker milik Pertamina yang masih tertahan di kawasan strategis Selat Hormuz.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa komunikasi intensif dengan pemerintah Iran terus dilakukan demi memastikan kapal-kapal tersebut dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.

Ia mengakui bahwa situasi di lapangan tidak sederhana, namun pemerintah tetap berkomitmen mencari solusi terbaik melalui jalur diplomasi.

Baca Juga: Nyaris Ricuh! Kru Bus Harapan Jaya dan Bagong Terlibat Cekcok Usai Senggolan di Kediri

“Memang tidak mudah untuk kita bisa melakukan bagaimana caranya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz. Tapi komunikasi terus kita bangun,” kata Bahlil.

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa seluruh awak kapal dalam kondisi aman. Kapal-kapal tersebut dioperasikan oleh anak usaha Pertamina, yakni PT Pertamina International Shipping (PIS), yang saat ini masih memantau perkembangan situasi di wilayah tersebut secara ketat.

Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat memang memberikan dampak signifikan terhadap jalur distribusi energi global, termasuk Indonesia. Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa kondisi ini tidak mengganggu ketahanan energi nasional.

Baca Juga: Driver Grab di Palembang Terciduk Rekam Wanita Tanpa Izin, Video Disebar ke Grup WA

Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan segera mencari sumber alternatif pasokan energi dari negara lain, termasuk Amerika Serikat.

Dari sisi operasional, Pertamina juga telah menyiapkan berbagai skenario distribusi energi. Mulai dari jalur reguler hingga skema darurat, semuanya dirancang untuk memastikan pasokan energi dalam negeri tetap stabil dan aman.

Berdasarkan data internal, sekitar 19 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah. Meski angka tersebut cukup signifikan, diversifikasi sumber energi dinilai mampu mengurangi risiko ketergantungan pada satu kawasan tertentu.

Baca Juga: Filipina Krisis Energi, Warga Terpaksa Jalan Kaki Imbas Harga BBM yang Melonjak Tajam Pasca Penutupan Selat Hormuz

Di sisi diplomasi, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia juga memainkan peran penting.

Melalui koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar RI di Teheran dan otoritas Iran, pemerintah berhasil mendapatkan respons positif terkait permintaan agar kapal tanker Indonesia dapat melintas dengan aman.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X