news

Iran Buka Suara Soal Negosiasi dengan AS: 'Sulit, Tapi Belum Gagal'

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:09 WIB
Trump Lanjutkan Blokade, Iran Tak Tinggal Diam Siapkan Balasan Tak Terduga (Istimewa)

INSIBERNEWS - Pemerintah Iran menyatakan proses mediasi dengan Amerika Serikat yang difasilitasi Pakistan masih terus berlangsung, meski situasinya dinilai penuh tantangan.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan hubungan Teheran dan Washington saat ini masih dibayangi ketidakpercayaan yang mendalam serta sikap Amerika yang dianggap berubah-ubah.

Pernyataan itu disampaikan Araghchi saat berbicara kepada wartawan internasional di Kedutaan Besar Iran di New Delhi, India, Jumat (15/5), di sela agenda pertemuan negara-negara BRICS.

Ia menegaskan Iran tetap membuka ruang diplomasi, meskipun ketegangan kawasan belum benar-benar mereda pascakonflik terbaru yang melibatkan AS dan Israel.

Baca Juga: Afrika CDC Ungkap Lonjakan Kematian Kasus Wabah Ebola di Kongo Timur, 65 Orang Tewas

“Pada akhirnya tidak ada solusi militer untuk persoalan yang berkaitan dengan Iran,” kata Araghchi. Menurutnya, Teheran hanya akan melanjutkan pembicaraan apabila pihak lawan benar-benar serius mencari kesepakatan yang adil dan seimbang bagi kedua negara.

Araghchi juga menyinggung pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya menyebut posisi Iran dalam negosiasi tidak dapat diterima.

Namun, ia mengungkapkan bahwa setelah pernyataan tersebut muncul, Iran justru menerima sinyal lanjutan dari Washington yang menunjukkan keinginan untuk tetap membuka jalur dialog.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Kemarau 2026 Berpotensi Lebih Kering, Warga Diminta Mulai Bijak Penggunaan Air

Di sisi lain, pembahasan mengenai cadangan uranium yang diperkaya milik Iran disebut masih menjadi titik paling rumit dalam negosiasi. Iran dan AS dikabarkan belum menemukan titik temu terkait isu tersebut sehingga kedua pihak sepakat menunda pembahasannya ke tahap berikutnya.

Terkait peran Pakistan sebagai mediator, Araghchi menilai upaya Islamabad belum menemui jalan buntu. Meski demikian, ia mengakui prosesnya berjalan sangat sulit karena tingginya ketegangan politik serta minimnya rasa percaya antara kedua negara.

Iran juga menyatakan terbuka terhadap keterlibatan diplomatik negara lain, termasuk China, apabila dapat membantu menciptakan stabilitas kawasan.

Baca Juga: Kebakaran Gedung Jantung RSUD Dr Soetomo Surabaya, 1 Pasien Meninggal dan Puluhan Dievakuasi

Ketegangan Iran dan Amerika Serikat sendiri terus menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi memengaruhi keamanan Timur Tengah dan stabilitas ekonomi global, terutama sektor energi. Sejumlah pengamat menilai keberhasilan diplomasi dalam beberapa bulan ke depan akan sangat menentukan arah hubungan kedua negara setelah rangkaian konflik dan tekanan politik yang terus meningkat.***

Tags

Terkini