INSIBERNEWS - Diketahui konflik panas Timur Tengah yang terjadi belakangan ini berhasil dimanfaatkan oleh China untuk memperkuat pengaruh geopolitiknya di berbagai sektor strategis.
Laporan intelijen rahasia Amerika Serikat mengungkap kekhawatiran baru terkait dampak perang Iran terhadap peta kekuatan dunia.
Dokumen intelijen yang disusun Direktorat Intelijen Staf Gabungan militer AS menggunakan pendekatan analisis “DIME” (Diplomatic, Information, Military, Economic) menilai Beijing mengambil banyak keuntungan sejak perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pecah pada 28 Februari lalu.
Baca Juga: Viral Penumpang Dibongkar karena Kartu Pokemon di Bandara Soetta, Bea Cukai Beri Penjelasan
Sejumlah pejabat Amerika Serikat yang mengetahui isi laporan itu menyebut China tidak sekadar mengamati konflik di Timur Tengah. Beijing dinilai aktif memanfaatkan situasi global yang memanas untuk memperluas pengaruh internasionalnya di tengah meningkatnya tekanan terhadap Washington.
Dalam laporan tersebut, China disebut berupaya membangun citra sebagai negara yang mendukung stabilitas dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Pemerintah China bahkan secara terbuka mengkritik perang Iran dan menyebut konflik tersebut sebagai tindakan ilegal. Sikap itu dinaknai sebagai bagian dari strategi Beijing untuk melemahkan citra Amerika Serikat sebagai penjaga tatanan dunia berbasis aturan.
Pengamat hubungan internasional menilai China tengah mencoba tampil sebagai kekuatan global yang lebih stabil dan diplomatis dibanding pendekatan militer yang selama ini identik dengan Washington.
“Secara keseluruhan, perang di Iran secara signifikan meningkatkan posisi geopolitik China,” ujar peneliti senior Center for a New American Security, Jacob Stokes.
Beijing Disebut Raup Keuntungan di Banyak Sektor
Tidak hanya dari sisi diplomasi, China juga dinilai memperoleh keuntungan besar di bidang ekonomi, militer, hingga geopolitik akibat konflik Iran.
Baca Juga: Motif Baru Pengedar Narkoba di Karawang Terungkap, Rela Jadi Kurir Demi Bisa Pakai Sabu Gratis
Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah perang memicu gangguan besar terhadap stabilitas energi dunia. Situasi semakin memburuk ketika Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital yang selama ini dilalui hampir seperlima pasokan minyak dan gas global.
Penutupan jalur tersebut memicu kekhawatiran pasar internasional karena berpotensi mengganggu rantai pasok energi dunia sekaligus mendorong lonjakan harga minyak.
Artikel Terkait
Ditjenpas Bantah Video Viral Sel Mewah di Lapas Cilegon, Tegaskan Tak Ada Fasilitas Khusus
WNA Italia Dijambret di Bundaran HI, Polisi Buru Pelaku Bermotor Merah
Satu Pasien Meninggal Usai Kebakaran RSUD Dr Soetomo, Ini Penjelasan Pihak Rumah Sakit
Gerindra Jatuhkan Teguran Keras ke Anggota DPRD Jember Usai Viral Merokok dan Main Game Saat Rapat Stunting
Viral Penumpang Dibongkar karena Kartu Pokemon di Bandara Soetta, Bea Cukai Beri Penjelasan
Usai Sahkan Hukuman Mati Tahanan Palestina, Menhan Israel Blak-blakan Ingin Bangun Permukiman di Lebanon