Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa kini tengah melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan siapa saja yang perlu segera dievakuasi dari kapal.
Sementara itu, penumpang dan awak kapal lainnya dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Kepulauan Canary dalam tiga hingga empat hari mendatang. Hingga kini, pelabuhan tujuan akhir masih belum diumumkan secara resmi.
Di sisi lain, keputusan pemerintah Spanyol menerima kapal MV Hondius menuai penolakan dari Presiden Kepulauan Canary, Fernando Clavijo.
Baca Juga: Diincar Jadi Target Kudeta dan Pembunuhan, Rusia Perketat Protokol Keamanan Presiden Vladimir Putin
Clavijo mengaku kecewa karena pemerintah pusat dinilai kurang transparan terkait kondisi di dalam kapal, termasuk jumlah pasien serta sumber wabah.
Ia mempertanyakan alasan kapal harus berlayar menuju Canary selama tiga hari, alih-alih melakukan penanganan medis langsung di lokasi kapal berlabuh.
“Saya sepenuhnya tidak setuju dengan perubahan pendekatan ini,” ujar Clavijo kepada radio Spanyol Onda Cero.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Siapkan Insentif Mobil Listrik dan Kredit Murah untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi
Menurutnya, pemerintah daerah tidak menerima informasi medis maupun epidemiologis yang cukup sebelum keputusan tersebut diambil.
Sebelumnya, sempat muncul opsi untuk mengevakuasi pasien menggunakan pesawat medis ke Belanda, sementara kapal berbendera Belanda itu melanjutkan perjalanan ke negara asalnya. ***