“Ini menjadi alarm serius bagi kita semua. Di era AI, kemampuan memilah informasi harus semakin ditingkatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh konten yang menyesatkan,” tegas Qodari.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi. Publik diimbau untuk tidak mudah mempercayai konten viral tanpa melakukan pengecekan fakta dari sumber yang kredibel.
Dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya hoaks, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi, serta tidak ikut menyebarkan konten yang belum terverifikasi kebenarannya. ***